Kategori: Materi DPS

(Notulen) DPS 7 TANNAS 4 NOVEMBER 2017

  Para peserta Diskusi Panel Serial, mari kita simak Bersama Laporan ketua Penyelenggara kepada Bapak Iman Sunario kami persilahkan.   Assalamualaikum Wr. Wb Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.   Yang saya hormati, Bapak Pontjo Sutowo Bapak Dr. Prasetijono Widjojo Bapak Dr. Bambang Subianto Bapak Dr. Harbrinderjit Singh Dillon Bapak Prof. Dr. La Ode Kamaluddin, dan Hadirin yang berbahagia.   Pagi ini kita berjumpa kembali untuk melanjutkan Diskusi Panel Serial “Menggalang Ketahanan Nasional Untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa”, pada Seri ke 7 tanggal 4 November 2017, dengan Tema ATHG dari Dalam Negeri, sebagai bahasa kedua (2) dengan topik : Aktualisasi Trisakati dalam bidang Ekonomi. Adapun Bahasa topik ini meliputi Ekonomi makro yang akan di bawakan oleh Dr. Prasetijono, Ekonomi Meso yang dibawakan oleh Dr. Bambang Subianto dan Ekonomi Mikro yang dibawakan oleh Dr. Harbrinderjit Singh Dilon. Namun sebelum kita sampai pada pokok Bahasa diskusi hari ini, perkenankanlah saya melaporkan hasil diskusi seri 6 pada 7 oktober 2017 yang lalu dengan tema “ ATHG dalam Negeri, khususnya “Dasar Dan Ideologi Negara” sebagai  berikut :   Peran Agama pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara   Dalam pemaparannya, Prof Dr. Jimly Asshiddiqie menyatakan bahwa pada dasarnya hubungan antara agama, bangsa dan negara di dunia memiliki 4 pola : Saling meniadakan, misalnya negara-nagara komunis. Hostile atau bermusuhan, misalnya negera-negara Eropa Barat. Friendly atau bersahabat, misalnya Amerika Serikat. Brotherly atau persaudaraaan, misalnya Indonesia. Di...

Read More

FGD TANNAS (7/3/2018) Tb. Erwin Kusuma dr.SpKJ (K)

RANGKUMAN Menjamin Kesehatan Jiwa Pimpinan Nasional Demi kelangsungan Hidup Bangsa Tb. Erwin Kusuma dr.SpKJ (K) Sultan Residence 7 Maret 2018   Unsur kejiwaan dan Jasmani manusia: Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan semesta alam dalam bentuk Roh, yang dilengkapi dengan Jiwa dan Badan sebagai wadahnya. Roh / Spirit Jiwa / Soul / mind Badan / Body Diandaikan satu komputer yang canggih, Roh/Spirit berfungsi sebagai Receiver yang mempunyai sifat “Surrender (to God)”. Roh merupakan “Lifeware”. Jiwa/Soul berfungsi sebagai “Computer-Program”, software yang mengolah data untuk menghasilkan output yang diinginkan. Badan / Body, berfungsi sebagai Hardware. Mempunyai sifat insani (mampu berpikir dan ber-bicara), sifat hewani (bergerak, bersuara), serta Nabati, diawal masa pertumbuhan nya. Ia mempunyai fungsi untuk merasa, bungkam, tumbuh mampu mencerna makanan. Manusia sejak dilahirkan tumbuh menjadi dewasa, melalui tahapan-tahapan seperti diatas. Satu janin dalam kandungan dilengkapi dengan fungsi-fungsi nabati. Ia bungkam, tetapi mampu merasa, dapat merasakan nikmat atau ketegangan pada saat sang ibu merasakan hal yang sama. Seorang ibu yang merasa berbahagia pada saat mengan- dung, akan memancarkan rasa kasih sayang yang dapat dirasakan oleh sang janin. Begitu dilahirkan ia memasuki taraf hewani, perilaku yang tampil dikuasai oleh otot dan refleks. Ia mampu bersuara, merasakan ketegangan dan rasa puas. Pendidikan yang efektif pada tahap ini, adalah dalam bentuk perintah dan larangan. Ia belum mampu berpikir. Setelah mencapai usia 2-3 tahun, seorang anak mulai memasuki kemampuan fungsi berpikir dan bernalar, mulai...

Read More

FGD TANNAS (6/12/2017) PROF. DIMYATI HARTONO, SH

KETAHANAN NASIONAL DAN RESTORASI KONSTITUSI (Oleh Prof. Dimyati Hartono, SH) TENTANG GERAKAN POLITIK MEMPELAJARI REFORMASI JANGAN SEPOTONG-SEPOTONG, HARUS MENYELURUH DARI AWAL SAMPAI MENGERTI. LATAR BELAKANG ADANYA GERAKAN REFORMASI DI INDONESIA BUKAN ASLI HASIL PEMIKIRAN PUTRA/PUTRI INDONESIA SENDIRI TETAPI DI BELAKANGNYA ADA SPONSOR DARI ASING YANG MENGUMPULKAN TOKOH-TOKOH POLITIK (CENDIKIAWAN) DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN, PERGURUAN TINGGI DAN JUGA KALANGAN MILITER, DENGAN TUJUAN YANG JELAS. KARENA ITU GERAKAN POLITIK KAUM REFORMASI TIDAK HANYA MELAKUKAN INTRIK POLITIK TETAPI DAPAT DISEBUT MELAKUKAN INFASI POLITIK DENGAN TUJUAN MELAKUKAN PERUBAHAN TERHADAP UNDANG-UNDANG ASAR WALAUPUN PADA AWALNYA MENYATAKAN AKAN MELAKUKAN REFORMASI DALAM ARTI MEMPERBAIKI (TO REFORM), PRAKTEK PENYELENGARAAN PRAKTEK NEGARA YANG SALAH MEREKA TIDAK BERANI MELAKUKAN SECARA TERANG-TERANGAN PERUBAHAN TERHADAP PANCASILA BERDASARKAN PENGALAMAN SEJARAH SEJAK TAHUN 1945 SELALU GAGAL. DARI BUKTI-BUKTI YANG ADA, GERAKAN POLITIK REFORMASI DI INDONESIA DI SPONSORI OLEH KEKUATAN POLITIK OLEH AMERIKA YAITU NDI (NASIONAL DEMOCRATIC INSTITUTE) YANG MEMANG SUDAH LAMA BEKERJA SAMA DENGAN AMERIKA. NDI ADALAH ORGANISASI DARI KEKUATAN POLITIK YANG BESAR DI AMERIKA YAITU PARTAI POLITIK DEMOKRAT YANG BERGABUNG DI BELAKANGNYA. PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MINYAK RAKSASA DARI AMERIKA MEREKA BERGABUNG MEMBIAYAI NDI UNTUK MENJALANKAN PROGRAMNYA YANG DISEBUT GLOBAL REFORMASI. KARNA ITU MEREKA KITA SEBUT ENGLO SECTION GLOBAL KAPITALIS. PROGRAM BESAR DI INDONESIA ADA 3 : JUDICIAL REFORM YANG MENGHASILKAN MAHKAMAH KONSTITUSI. DEMOCRATIC REFORM YANG MENGHASILKAN PERUBAHAN SISTEM PEMILIHAN UMUM. INI PERUBAHAN MENDASAR DALAM SISTEM KETAHANAN NEGARA KITA ANTARA PEMBUKAAN, BATANG TUBUH, DAN UUD 1945...

Read More

(Notulen) FGD 5 TANNAS (17/2/2018)

Agenda Diskusi         : FGD 5 DPS TANNAS Tema                            : Diskusi Komisi Hari/tanggal                : Sabtu, 17 Februari 2018 Pukul                           : 09.00 – WIB Tempat                         : Senayan Room, Residence 2 Lt. 2, The Sultan Hotel Complex, Jakarta Pemimpin Diskusi     : Pontjo Sutowo & Iman Sunario. Pembicara                   : Laksda TNI Yani Antariksa Prof. Dr. La Ode Kamaluddin Dzaky Siradj MC                                : Dr. Herawati, M.Si Notulensi                    : Ayuningtias Laia Peserta                        :  25 orang Notulen FGD 5         : Pak Pontjo FGD sudah berada ditengah perjalanan dan diharapkan bisa selesai Desember 2018. Kita harus meriview apakah pandangan kita kemarin relevan dengan yang saat ini, agar diujung tidak sibuk siang malam merumuskan. Jadi ini adalah meet time review. Ada beberapa hal yang cukup menarik yang kita dapat dari diskusi sebelumnya. Kita dalam soal TANNAS memakai TANNAS LEMHANNAS sebagai referensi utama, tapi menurut saya, kita boleh mengeluarkan pendapat-pendapat baru yang 100 persen tidak sama dengan LEMHANNAS, karena pikiran kita adalah hasil pikiran yang relevan dengan cara kita berpikir. Nanti kita punya tiga produk yang sebetulnya menjadi satu karena pola pikirnya harus satu.ada catatan pribadi yang masing-masing kita bisa tuangkan untuk melengkapi referensi kita yang belum rampung. Ada tambahan dari Pak Darjatun yang inti pokoknya adalah TANNAS walaupun dibagi dalam gatra-gatra, dalam bidang-bidang tetapi yang penting adalah interaksi atau sinergi antar bidang, baik positif maupun negatif, makanya disebut sinergi sebagai faktor X dalam TANNAS. Yang kedua adalah memisahkan...

Read More

FGD 3 TANNAS 21/10/2017 – KEYNOTE SPEECH PONTJO SUTOWO

MENDALAMI KANDUNGAN SEMANGAT PEMBUKAAN UUD 1945 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudara Moderator, para Pemakalah, dan hadirin serta hadirat sekalian, Pagi ini kita akan membahas suatu tema yang bukan saja sangat menarik dan sangat mendasar, tetapi – yang anehnya –  juga kelihatannya agak jarang dibahas selama ini, yaitu “ Pembukaan UUD 1945 sebagai Staatsfundamentalnorm dalam rangka Penataan Sistem Tatanegara demi tegaknya NKRI.” Kita beruntung akan mendengar paparan materi yang penting ini dari narasumber yang sangat mumpuni untuk berbicara mengenai tema ini, yaitu Sdr Ahmad Zacky Siradj, anggota Komisi III DPR RI. Memang cukup mengherankan bahwa selama 72 tahun usia kemerdekaan kita, sebagian besar perhatian kita difokuskan kepada sila-sila Pancasila belaka – yang memang wajar – namun agak jarang kita menempatkan Pancasila itu dalam konteksnya, yaitu sebagai bagian menyeluruh dari Pembukaan UUD 1945. Dengan kata lain, ada risiko kita memahami Pancasila tersebut di luar konteks. Mungkin hal inilah yang menyebabkan timbulnya fakta  bersimpang siurnya pemahaman kita mengenai Dasar dan Ideologi Negara ini. Kali ini kita berusaha mendalaminya secara lebih konsepsional dan lebih kontekstual, yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara  dalam konteks Pembukaan UUD 1945. Sebagai pembuka kata, izinkanlah saya mengutip – dan merekonstruksi – beberapa arahan otentik yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945  serta Penjelasan Umum UUD 1945 – yang notabene sekarang sudah dihapus –  khususnya yang berkenaan dengan intisari kandungan isi Pembukaan UUD 1945 tersebut, sebagai berikut. Hukum Dasar suatu...

Read More

September 2019
S S R K J S M
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30