IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL
IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

Ketahanan Nasional Kita Perlu Ditingkatkan Demi Menghadapi Covid 19

Dewasa ini semua bangsa-bangsa di dunia tengah berjuang menghadapi Wabah Virus Corona atau biasa disebut sebagai COVID 19.(Corona Virus Disease 2019). Disebut demikian, karena wabah penyakit ini pertama kali menerpa Propinsi Wuhan – China pada akhir tahun 2019.

Berbagai spekulasi mengatakan bahwa berjangkitnya penyakit ini erat kaitannya dengan Perang Dagang yang tengah berkecamuk antara Amerika Serikat dan China. Spekulasi pertama mengatakan bahwa kontingen Olah Raga Militer AS dicurigai membawa virus tersebut pada Pekan Olah Raga Antar Militer di Wuhan. Pekan Olah tersebut, berakhir tepat pada 14 hari sebelum pertama kalinya Covid 19 berjangkit di Wuhan. Namun hal ini dibantah oleh Presiden Trump dalam salah satu pernyataannya di depan awak media internasional. Spekulasi kedua mengatakan bahwa Covid 19 merupakan senjata biologi China yang bocor dari Lab Penelitian Pertahanan Wuhan. Sebab Wuhan memang tempat laboratorium penelitian virus paling maju di China (Wuhan Institute of Virology).

Corona Dan Relevansinya Dengan Ketahanan Nasional

Namun terlepas dari spekulasi geo-politik di atas, kenyataan menunjukkan bahwa hanya dalam waktu dua bulan, wabah ini telah menyebar luas ke segala penjuru dunia, tidak saja ke wilayah Asia yang dekat dengan daratan China, akan tetapi justru meluas ke Eropa dan Amerika. Dan bahkan sekarang, di Amerika Serikat, penyebaran penyakit ini telah mencapai tingkat yang tertinggi di dunia, yakni 533.115 kasus, dan 20.580 orang meninggal dunia.

Di seluruh dunia, pada pertengahan April 2020 ini, Covid 19 telah menginfeksi 1.784.331 orang, dan menyebabkan kematian 405.043 orang.di seluruh dunia, (Sumber: Kompas.com, mengutip Worldometer 12 April 2020). Di Indonesia, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 membuka data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Corona di Tanah Air. Total ada 139.137ODP dan 10.482 PDP, (Sumber: Detik.com). Menurut pakar epidemiologis Dicky Budiman, virus Corona masih akan meningkat terus secara eksponensial, dan upaya memerangi wabah Corona ini masih harus terus dilakukan sampai enam bulan ke depan.

Lalu apa relevansinya dengan “Ketahanan Nasional” kita? Mungkin timbul pertanyaan seperti di atas pada beberapa kalangan dalam masyarakat kita.

Jawabannya jelas, erat sekali hubungannya antara serangan wabah virus Corona dengan ketahanan nasional kita, karena serangan wabah tersebut telah mengganggu kehidupan ekonomi nasional. Baik menimbulkan gejolak sosial-politk bangsa kita, menimbulkan hambatan pada upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, terjadinya PHK karyawan-karyawan dari beberapa Toserba, Super-Market, ditutupnya pabrik-pabrik di sentra-sentra Industri, dan seterusnya. Semua itu jelas-jelas menunjukkan terjadinya hambatan maupun gangguan pada kelangsungan hidup masyarakat bangsa kita.

Serangan wabah virus Corona ini, tengah menjadi tantangan dan merupakan ujian bagi bangsa kita. Berapa tangguh kita, secara bergotong royong, dengan partisipasi segenap lapisan masyarakat akan mampu mengatasi wabah virus Corona ini, berikut berbagai masalah sampingan sosial-politik-keamanan dan ketertiban yang timbul, yang telah merongrong ketahanan nasional bangsa kita.

Kita sama-sama mengamati betapa kuatnya upaya pemerintah untuk menyediakan fasilitas-fasilitas pengobatan Covid 19 ini, diiringi dengan diterbitkannya berbagai kebijakan publik untuk melakukan pembatasan mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain, guna memutus mata-rantai penularan dan penyebaran wabah ini ke daerah-daerah lain di Indonesia. Tampak jelas, betapa berhati-hatinya upaya Pemerintah dalam melakukan pembatasan mobilitas sosial di atas, agar tidak menimbulkan reaksi panik-massal, yang akan sangat mudah berkembang menjadi kerusuhan sosial, yang pada akhirnya akan merugikan rakyat sendiri. Berbagai kebijakan pengamanan jaringan sosial masyarakat, juga telah dikeluarkan pemerintah untuk membantu anggota-anggota masyarakat golongan ekonomi lemah, yang kehilangan sumber penghasilan keluarganya.

Sampai sejauh ini, pemerintah tetap berupaya sekuat mungkin untuk tidak sampai memberlakukan kebijakan “lock-down”. Karena itu sikap warganegara perlu saling menguatkan agar penyelenggaraan Pembangunan Nasional dapat berhasil dan segera mencapai cita-cita kebangsaan Indonesia yang ada.

Kajian Ketahanan Nasional

Dari kajian-kajian Ketahanan Nasional, yang telah dilakukan pada rangkaian Diskusi Panel sejak 2017 sampai dengan akhir 2018 yang lalu, sebagaimana telah juga dituangkan kedalam satu buku berjudul “Menggalang Ketahanan Nasional, dengan paradigma Pancasila”, diperoleh satu kesimpulan umum bahwa ada tiga prasyarat untuk mencapai “Ketahanan Nasional Indonesia” yang tangguh, yakni : Keunggulan ranah mental-spiritual warganegara Indonesia, keunggulan tatakelola penyelenggaraan negara bangsa Indonesia, serta keunggulan ranah material-teknologikal bangsa Indonesia.

Di antara ketiga ranah keunggulan tersebut di atas, terjadi hubungan interaktif yang dinamis, satu sama lain saling mempengaruhi kecepatan pencapaian keunggulan masing-masing. Akan tetapi sumber harmoni dari kemajuan ketiga ranah peradaban bangsa di atas, berada pada ranah yang pertama, yakni keunggulan mental-spiritual bangsa Indonesia, yang berdasarkan sila kesatu, sila kedua dan sila ketiga Pancasila. keunggulan peradaban bangsa Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan YME, Kemanusiaan yang adil dan beradab, dan Persatuan Indonesia. Hanya warganegara Indonesia unggul, yang mampu menyelenggarakan tata-kelola penyelenggaraan negara bangsa dengan baik dan benar, dan hanya hanya warganegara Indonesia unggul, yang mampu menguasai Iptek bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sampai sejauh mana kemajuan bangsa kita dalam membangun keunggulan di ketiga ranah peradaban bangsa di atas, dapat kita nilai bersama.

Semoga Allah SWT, senantiasa melindungi bangsa, para pemimpin bangsa dan rakyat Indonesiia. Aamiin. YRA.

Wisnubroto
Ketua YSNB

Bagikan ya

Leave a Reply