Menjelmakan Paradigma Pembukaan UUD 1945: Dari Cita-Cita Konstitusional Menuju Solusi Kebekerjaan Bangsa
D. Bagiono – YSNB Gagasan yang disampaikan Romo Nur menyentuh langsung jantung persoalan ketatanegaraan kita. Tiga alinea pertama Pembukaan
D. Bagiono – YSNB Gagasan yang disampaikan Romo Nur menyentuh langsung jantung persoalan ketatanegaraan kita. Tiga alinea pertama Pembukaan
Bagiono, YSNB Praktisi Pendidikan Teknik dan Kejuruan Pembuka Istilah kewirausahaan (_entrepreneurship_) kerap kali dipersempit maknanya sebatas aktivitas berniaga, mendirikan
Oleh: Dr. Dr. Ir. *Mas Wigrantoro Roes Setiyadi* SE, SKom, MSi, MPP, CMA, CIPM, IPU, AER. Alumni PPNK
Oleh: Prasetijono Widjojo MJ Pengantar Salah satu misi bangsa yang ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945

Apakah desain tata kelola pemerintahan Indonesia telah membuat negara mampu bekerja secara efektif, terkoordinasi, dan akuntabel untuk mencapai tujuan nasional—termasuk

Gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026 agar bahasa asing mulai diajarkan sejak kelas 1

Indonesia adalah bangsa yang tidak lahir secara kebetulan. Kita diletakkan di persimpangan dua benua dan dua samudra. Daoed Joesoef dalam

Pendahuluan Gelisah melihat wajah pendidikan nasional hari ini bukanlah sikap pesimistis, melainkan bentuk kepedulian mendalam terhadap masa depan bangsa. Diskusi

Bangsa Indonesia berdiri di atas fondasi yang tidak dimiliki bangsa lain: kemajemukan. Ribuan pulau membentang, ratusan suku bangsa hidup berdampingan,

Hari Kebangkitan Nasional ke-118 menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat persatuan bangsa. Sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei

Meritokrasi dalam pendidikan seringkali dipahami sebatas sistem penghargaan berbasis prestasi. Namun dalam praktiknya, muncul paradoks dimana “merit” atau prestasi cenderung

Setiap kali kualitas pendidikan dipertanyakan, jawaban yang paling cepat muncul adalah: ganti kurikulum. Seolah-olah dokumen baru dapat secara otomatis melahirkan