Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
budaya indonesia

By

YSNB2
Intan R.Ichsan /Mia Dinisari /Adhie   Legenda Gunung Semeru menceritakan tentang bagaimana Pulau Jawa (“Jawadwipa”) dulunya tidak stabil dan selalu bergetar, dan para dewa berusaha mencari cara untuk membuatnya stabil dan layak huni, terutama karena semakin banyak manusia yang tinggal di pulau itu. Gunung Semeru adalah salah satu destinasi gunung paling populer di Jawa Timur,...
Read More
  Oleh : Pontjo Sutowo (Ketua Aliansi Kebangsaan) Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, dalam kedaruratan pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPMK, pada hari ini kita semua masih diberi kesehatan untuk mengikuti diskusi yang diselenggarakan bersama oleh MPR dan Aliansi Kebangsaan dengan topik bahasan sekitar “Revitalisasi Lembaga MPR”. Tentu saya harus menyampaikan penghargaan dan...
Read More
Menurut sejarah terutama hingga abad awal abad ke-15, terdapat 7 zona komersial maritim dunia.  Lima zona dikemukakan Hall dan dua dikemukakan Irawan.Menurut Hall, lima zona komersial maritim dunia terdapat di Asia Tenggara. Mereka adalah: pertama, zona Teluk Benggala, yang mencakup India Selatan, Sri Lanka, Birma, dan pantai utara Sumatera. Zona kedua adalah kawasan Selat Malaka....
Read More
  Penulis Gloria Setyvani Putri | Editor Gloria Setyvani Putri Suryo/adhie   Penemuan jejak masa keemasan Majapahit di kawasan Sekarpuro, Malang, Jawa Timur mengingatkan kita kembali bahwa dahulu ada kerajaan besar di Nusantara. Saat mendengar kata Majapahit, ingatan kita mungkin akan kembali ke guru sejarah yang menerangkan bahwa Majapahit adalah kerajaan besar yang berpusat di...
Read More
Bangunan negara Indonesia hari ini, oleh Yudi Latif dalam tulisannya di Kompas, 11 Oktober 2018, diibaratkan berdiri di atas tanah aluvial dengan daya ikat tanah yang merenggang. Dengan satu getaran gempa sosial, segala bangunan yang dengan susah payah didirikan bisa saja mengalami proses likuefaksi _(liquefaction)_ atau _sirna ilang kertaning bumi._ Sementara itu, The Fund For...
Read More
Ketika Presiden Soekarno menyatakan perang terbuka dengan Belanda awal tahun 1960, semua unsur kekuatan disiagakan. AURI sampai detik itu sudah memiliki 49 MiG-17 Fresco. Setengah dari kekuatan sudah bercokol di Morotai, Amahai, dan Letfuan. Ada juga P-51 Mustang, Il-28 Beagle, B-25 Mitchell, B-26 Invader, C-47 Dakota serta C-130 Hercules. Belanda masih garang sampai detik ini....
Read More
Kerajaan Kahuripan merupakan lanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno periode Jawa Timur (Kerajaan Medang). Sejarah berdirinya kerajaan Hindu-Buddha ini tidak terlepas dari peran Raja Airlangga jika dilihat dari berbagai prasasti peninggalannya. Lokasi pusat pemerintahan Kerajaan Kahuripan diperkirakan berada di wilayah Sidoarjo atau dekat Surabaya, Jawa Timur. Berdirinya Kahuripan sebagai sebuah kerajaan tidak terlepas dari berbagai faktor...
Read More
Kisah Onze Tjip…….. Ada ungkapan terkenal di kalangan masyarakat yang sudah kenal Rumah Sakit : ‘Dokter atau Perawat belon jago kalo bukan keluaran RSCM’. Mau tidak mau RSCM memang Lembah Tidarnya para dokter dan perawat digembleng untuk merawat orang sakit. Dulu RSCM bernama Centraal Burgerlijke Ziekenhuis atau CBZ. Orang Djakarta tempo dulu selalu menyebut CBZ-...
Read More
  Sejarah Indonesia terkait dengan lautnya memang tidak akan habisnya. Istilah “nenek moyangku seorang pelaut” semakin mengarah pada kebenaran. Karena pada dasarnya rakyat nusantara dikenal dengan kemampuannya berlayar dan melakukan eksplorasi laut. Bahkan jauh sebelum era Cheng Ho dan Colombus melakukan pelayaran dunia untuk mengeksplorasi bagian-bagian terjauh bumi, penjelajah laut Nusantara telah melakukan pelayaran hingga...
Read More
PAGI itu, 1 Juni 1945, Sukarno didaulat menjadi pembicara pertama dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dia berdiri di hadapan puluhan anggota BPUPKI, mengenakan stelan jas dan kopiah beludru hitam. Membuka pidatonya dengan kritik kepada pembicara dalam sidang sebelumnya yang dinilainya terlalu “njelimet”, meributkan hal-hal yang kurang penting untuk mendirikan sebuah negara....
Read More
1 6 7 8 9 10 20