Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576 budaya indonesia
Menurut Sutasoma, di dalam Setra atau pekuburan terdapat 3 bangunan yang ada di dalamnya. Rangkang di keempat sudutnya, Witâna di tengah pekuburan dan sebuah bangunan lagi yang disebut Yaśa. Kakawin Sutasoma IX: 7.1-3. 1) Nyanggrodhâsělur ing lěmah kěpuh agöng karamayan amilět těkeng ruhur, sak rangkang nyan amarppatâpaḍu witâna ri těngah ikanârjja kokiran, byâtītan ri surup...Read More
Bali tidak menghasilkan rempah tapi telah mengenalnya sejak awal abad masehi. Perdagangan rempah menghubungkannya dengan India, Cina, dan Mediterania. Guru besarUniversitas Udayana Prof.I ketut Ardhana menyebutkan pelabuhan-pelabuhan kuno dan tempat geraham milik orang India di bali dapat diduga menjadi bukiti adanya jejak jalur rempah sejak awal masehi. Keterbatasan informasi kesejarahan yang menyebut Bali berkaitan dengan...Read More
ANGAN-ANGAN menyatukan Nusantara, cakrawala mandala dwipantara, sudah dimiliki Raja Kertanagara (1268-1292) hampir seabad sebelum Gajah Mada menyatakan Sumpah Palapa.Gagasan politik Raja Singhasari itulah yang menginspirasi Sang Mahapatih untuk bersumpah menyatukan Nusantara di bawah Majapahit. “Gajah Mada meneruskan politik pengembangan mandala hingga seluruh dwipantara atau Nusantara yang awalnya telah dirintis Kertanagara,” tulis Agus Aris Mundandar, arkeolog Universitas Indonesia, dalam Gajah Mada Biografi Politik. Menurut Agus,...Read More
Orang Jawa Kuno sehari-hari mengenakan kain yang menutupi dada hingga bawah lutut. Rambut mereka dibiarkan terurai. Sementara raja memakai mantel dari sutra, sepatu dari kulit, dan rambutnya disanggul memakai kerincingan emas. Demikian catatan utusan Dinasti Sung saat mendatangi Jawa pada abad ke-10. Pada masa itu, pakaian bukan sekadar penutup tubuh, tetapi juga mencerminkan status sosial....Read More
Singkong adalah salah satu tanaman pangan yang demikian popular di Indonesia. Demikian terkenalnya, ia bahkan dicatat memiliki nama sebutan khusus di masing-masing daerah. Di Sunda, singkong disebut sampeu. Di Jawa, singkong disebut sebagai pohung. Di Sangihe, singkong disebut bungkahe dan di Gorontalo dan Tolitoli, singkong disebut kasubi. Uniknya, singkong dicatat dalam sejarah bukan sebagai tanaman...Read More
Agensi Islam sudah banyak yang berkuasa, tetapi mengapa cita-cita negara ini seperti semakin tak terengkuh? Jika kita tak mampu menjawabnya, ini akan makin menegaskan betapa sulit menemukan Islam subtantif. Sebuah Islam yang menggerakkan perubahan sekaligus memenangkannya. Ini penting sebab, kini kita bisa lihat betapa masif orang menyembah baju, teks dan batu akhir-akhir ini tetapi mendaku...Read More
“Aku tidak tahu kalau UU Sisdiknas sedang direvisi”, begitu pengakuan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Ini pernyataan beneran atau guyon, kita tidak tahu. Tetapi, kita bisa simpulkan bahwa: “Pendidikan Indonesia masih belum merdeka 100%”. Dalam tesis yang lebih tegas: “Karena pendidikannya (di) Indonesia sehingga masih menjalankan kolonialisme terhadap bangsanya sendiri.” Buktinya, sistem pendidikan Indonesia...Read More
Pelan tetapi pasti ide poros maritim ditelan program harian lain dalam bernegara. Ia, sebagai cita-cita besar masih berkutat di tumpukan kertas kerja dan ruang-ruang akademik. Lalu, kita mau apa? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita tengok dulu tesis John Gray yang menyebut bahwa: “Those who control oil and water will control the world (John...Read More
Pada saat ini, sepertinya ada yang alpha dan belum maksimal dari program dan konsep pemerintahan dalam merealisasikan gagasan pembangunan nasional terkait potensi maritim, laut dan SDA samudra Indonesia. Oleh karena itu tentu kita berharap ada terobosan desain dan aksi pembangunan untuk memaksimalkan potensinya. Sejarah mencatat, betapa gagah dan beraninya nenek moyang kita dahulu berjaya di...Read More
Tanpa ingatan, tak ada masa lalu. Tanpa gagasan, tak ada masa kini. Tanpa harapan, tak ada masa depan. Manusia Indonesia dan negara-negara postkolonial kini menghadapi punahnya ingatan dan hancurnya harapan. Padahal, tanpa hadirnya ingatan dan harapan, negara bagaikan tubuh tanpa nalar. Goyah dan tak tentu arah. Di sini, subtansi kemerdekaan akan menemukan relevansinya jika kita...Read More