Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
budaya indonesia

Artikel

Akhir tahun lalu, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistio Wisnubroto menyampaikan harapannya kepada presiden terpilih 2014-2019, Joko Widodo atau Jokowi agar pemerintah mengembangkan energi nuklir melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). “Tidak ada paradigma Amerika Serikat melarang kita untuk mengembangkan nuklir. Saya tegaskan di sini, Bung Karno dulu sangat menginginkan Indonesia punya...
Read More
Kasultanan pada awalnya adalah bentuk sistem nāgara yang mendapat nilai-nilai Islam. Sebagaimana sistem nagara, kasultanan menerapkan sistem aristokrasi. Namun berbeda dengan nāgara, kepala negara dalam sistem kasultanan tidak seperti kepala negara dalam sistem nāgara. Jika kepala negara dalam sistem nāgara berperan sebagai semacam jembatan antara dunia manusia dan dewa, maka kepala negara dalam sistem kasultanan...
Read More
Pertanyaan itu terus terngiang di kupingku. Kenapa anda mau sekolah pasca di Amerika? Tanya Professor Elizabeth Fuller Collins. Kujawab tegas: “Untuk menemui Prof Noam Chomsky dan nonton NBA.” Lalu, doi menjawab: “Selamat merayakan hari raya kiri dan kecerdasan kekritisan tiada tara.” Lalu, aku tersenyum dan bilang: “Mari kita wariskan peradaban multipolar yang saling hormat bermartabat...
Read More
Di manakah kini kemakmuran bersama berada? Tidak mudah menjawabnya. Sebab makmur adalah suatu keadaan di mana kita dapat memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tersier dengan mudah. Kemakmuran juga berarti mendapatkan semua kebutuhan-kebutuhan tersebut tanpa adanya tekanan dan kesulitan yang amat sangat. Dan, pelakunya mampu mengatur keadaan finansial, waktu dan tenaganya dengan ceria. Selain itu, pelaku...
Read More
Kini, semua tempat adalah pasar dan semua peristiwa adalah kerakusan. Untuk semenjana, agama dan ide-ide progresif kemanusiaan wafat ditelan gairah hasrat kaduniawian. Pasar dan kerakusan kini menjadi potret terbaru dari dunia yang sedang kita huni. Tak ada kata yang lebih pas menjelaskan kondisi kekitaan kini. Itu tesisku yang makin kuyakini setelah zaman mukidi menjadi sunyata...
Read More
Pada dasarnya, sebuah prasasti umumnya berisi tentang hal-hal sebagai berikut. Pertama, penetapan status sīma. Kedua, keputusan hukum mengenai tanah, utang-piutang, kewarganegaraan, pajak, pengelolaan hasil penjagaan lingkungan alam dan upacara. Serta ketiga, peringatan atas suatu peristiwa, (Machi Suhadi, 1993: 238-239). Namun diluar isi secara umum tersebut, terdapat prasasti berisi kisah perjalanan. Prasasti itu adalah prasasti Pabañolan....
Read More
Jika penjajah Portugis, Spanyol, VOC, Belanda dan Jepang mendorong kita menjadi “bangsa gunung” maka pemimpin kini mendorong kita menjadi “bangsa selokan.” Pada bangsa gunung, budaya yang berkembang adalah mistisisme dan feodalisme. Pada bangsa selokan, budaya yang berkembang adalah korupsi, utang dan merasa paling benar. Tentu saja kedua model bangsa itu menyalahi takdir kita sebagai bangsa...
Read More
Pemenang masa depan adalah iptek, bukan ilmu gaib bukan pula ilmu metafisika ala pawang hujan. Penguasa masa kini adalah teknologi, bukan tradisi. Hal ini karena, ilmu gaib dan tradisi sudah jadi jasad renik. Keduanya dimakan usia. Menjadi purba dan sia-sia bagi yang menelannya. Iptek berbasis akal. Teknologi bersendi nalar. Itulah metoda. Itulah jalan walau bukan...
Read More
Setelah sekian tahun berdemokrasi dan merasa menegakkan HAM, serta memberantas KKN, kenapa kita saksikan pemerintahan kita berasa tribalisme? Kita tahu, pemerintahan tribalisme merupakan bentuk pemerintahan purba yang biasanya berupa pemerintahan gabungan dari beberapa suku yang saling melindungi agar kekuasaan-kejahatannya efektif dan KKN mereka aman. Bentuknya ada dua. Pertama, tribalisme despotik, di mana pemimpin diperoleh dari...
Read More
Lalu, tuan Rusdi bertanya padaku soal revolusi yang tertera di akhir tulisan mason kapital degil. Kujawab, ia disebut trias revolusi: mental, nalar dan konstitusional. Kulminasi dari menanam, memanen dan menabung. Ini harus dikerjakan bersama secara simultan, berkelanjutan dan tertradisikan. Sebab, sebagai negara postkolonial yang telah milyaran hari dirampok, kita mewarisi tiga hal: 1)Mental kolonial: inlander...
Read More
1 … 12 13 14 15 16 … 28