Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
budaya indonesia

Artikel

Kawan-kawanku pernah bertanya, “Apa formasi mutakhir dari struktur ekopol hari ini?” “Kwartet dan tetralogi ekonomi Nusantara,” jawabku sekenanya. “Bagaimana penjelasannya?” kejarnya tak sabaran. Tersenyum, aku berkata, “Begini ringkasannya”. Sesungguhnya, proyek besar kemerdekaan kita adalah merealisasikan jalan ekopol Pancasila. Apa itu? Adalah melaksanakan komitmen pemerataan; melahirkan kebijakan ekonomi nasionalis; mendesain perencanaan yang kuat, komprehensip dan terpusat;...
Read More
Peradaban Djawa itu dicetak oleh tiga hal: keberlimpahan alam raya, keramah-tamahan penghuninya, filsafat kebutuhan bukan keinginan. Tetapi, akibat bencana, paregreg dan penjajahan, semua tinggal sisa. Kini, sungai hilang kedalamannya; pasar hilang suaranya; pandita hilang malunya; mantera hilang saktinya. Begitulah ujaran Jawa yang sangat berharga. Maka, mendialogkan Jawa adalah mendialogkan hilangnya. Mewarisi cerita dan epos besar...
Read More
Prakata Sejarah Perjalanan Orang Jawa (230 SM-1292M), Alam Semesta Bukan Ciptaan Tuhan adalah sebuah buku yang ditulis oleh Sigit Wibowo dan Eko Teguh Widodo. Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Jawa Kanung, Jakarta, 2016. Buku ini terdiri dari 17 BAB. Diawali dengan BAB 1: Awal-Mula Alam Semesta, BAB 2: Asal Usul-Usul Orang Jawa, BAB 3: Kondisi...
Read More
Globalisasi negatif. Itu istilahku untuk situasi yang terjadi di Indonesia kini. Kita gagal merespon dengan cerdas hingga jadi korban. Dan, korban itulah kita kini sehingga miskin. Tetapi, apa itu miskin? Kemiskinan struktural adalah kenestapaan yang dialami (warga) negara postkolonial akibat dari super struktur yang menjajah, mendominasi dan merampok SDA dan SDMnya. Struktur yang dominan plus...
Read More
Ultima Indonesia itu Pancasila. Ia yang mengadilkan, memakmurkan, menyentosakan dan memartabatkan. Tetapi, sejarahnya tak sependek sinetron tivi dan umur kekuasaan seorang presiden. Nilai-nilai ini tumbuh di Jawa purba. Kini, Pancasila tetap bertahan dalam angan-angan, dalam pikiran, dalam sanubari, dalam harapan masa depan. Walau nyatanya Pancasila belum merealitas, belum terlaksana maksimal, belum terbangun sempurna, hingga belum...
Read More
Kekerasan dalam bahasa adalah tanda kekerasan dalam pikiran. Dan, kekerasan dalam pikiran adalah tanda kemacetan dalam capaian cita-cita. Kemacetan cita-cita adalah suasana kita semua kini. Apa dosa terbesar pemerintahan Indonesia terhadap warganya sejak Orde Baru? Adalah beragama “pertumbuhan.” Iman pada pembangunan berdimensi pertumbuhan inilah “dosa asal dan dosa induk” yang tak banyak dipahami presiden-presiden kita....
Read More
Mengapa hasil pendidikan kita tak terlalu memuaskan dalam merealitaskan janji konstitusi? Dalam preambule konstitusi ada kata: melindungi, faktanya masih banyak yang tak sekolah. Ada kata mencerdaskan, faktanya masih banyak yang buta huruf. Ada kata menyejahterakan, faktanya ketimpangan makin tajam. Ada kata menertibkan, faktanya makin tidak tertib. Tentu ada banyak jawaban. Tapi lewat pendekatan postkolonial studies...
Read More
Satu diantara kota-kota di Indonenesia yang masih memiliki peninggalan keraton, yaitu tempat kediaman ratu atau raja atau istana raja, yaitu Solo, atau Kota Surakarta. Pada masa lalu 2 keraton itu menjadi pusat pemerintahan. Seiring dengan terbentuknya Pemerintahan Kota Surakarta maka peran tersebut tidak dimiliki lagi.Namun, keraton tetap menjadi pusat budaya. Solo memiliki dua ikon cagar...
Read More
Banyak yang keliru saat mendefinisikan Budaya Indonesia hingga saat ini. Banyak juga yang kurang mengenai makna Budaya Indonesia. Misalnya saja adalah anggapan sebagai berikut. faham Kebudayaan nasional Indonesia sesungguhnya dibentuk oleh berbagai kebudayaan daerah. Jadi, kebudayaan nasional Indonesia merupakan puncak-puncak kebudayaan daerah yang ada di seluruh Indonesia. Pendapat yang pernah dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantoro...
Read More
Berulang. Tak belajar dari sejarah. Kini, puluhan ribu jemaah yang tertipu biro umroh mirip jutaan warganegara yang tertipu pesta pilpres dan pilkadal. Dan, kedua korban sama-sama dalam keadaannya: negara tak hadir untuk menegakkan hukum (the basic law of survival). Kini korban-korban itu tak punya tempat mengadu. Sebab negara dan elitelah pelaku tipu-tipu tersebut. Itulah nasib...
Read More
1 … 10 11 12 13 14 … 28