Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576 budaya indonesia
Multietnik merupakan takdirnya. Ia ditempa dalam medan pertempuran. Ia runtuh dalam Paregreg dan bencana plus kedatangan kolonialis purba. Padahal, Banten merupakan negara maritim yang kuat dengan armada modern sehingga menguasai perdagangan di sekitar negara-negara tetangga. Kini, kisah kebesarannya tinggal cerita. Di masa itu (1526–1813), ia memonopoli perdagangan produk herbal seperti Lada, Kopi dan Gula yang...Read More
Tuna literasi adalah kerugian. Rabun sejarah adalah penyakit yang akan mematikan masa gemilang. Maka, jangan sirami hidup kita dengan kerabunan itu. Sebaliknya, siramilah terus dengan hujan literasi agar merasa tak cukup dengan sejuta buku; semilyar diskusi dan setrilyun riset. Dengan begitu, masa depan kita bisa gemilang. Kegemilangan yang bisa dimulai dengan pertanyaan: “Tahukah kalian apa...Read More
Frederich Nietzsche berkata: “Saya sejak lama ingin hidup di kalangan kaum Muslim, khususnya ketika iman mereka kuat: dengan ini saya berharap bisa mengasah penilaian saya dan pandangan saya untuk menilai hal-hal kebaratan.” Nietszche memberi pesan. Tentang indahnya kehidupan berada dalam lingkupan kaum muslimin. Tapi ketika masa keimanan kaum muslimin sangat kuat. Bukan di era modernis...Read More
Tahukah anda kelahiran seluruh peradaban awal muncul di pinggiran lempengan teknonik? Peradaban Mahenjo Daro dan Harappa, Mesopotamia, Asiria-Persia, Mesir, Phoenisia, Minoan-Yunani-Romawi, Maya-Aztek, juga Sundaland-Nusantara, semua tumbuh di tepian lempengan teknonik. Hidup di tepian lempeng api memang menghadapi ancaman yang mematikan, namun juga menggairahkan. Di sana terkembang alam nan indah dengan kesuburan tanah, aliran sungai, lembah,...Read More
Peradaban kita hari ini sedang menghadapi empat persoalan genting. Pertama. Fundamentalisme pemerintahan. Kedua. Terorisme ekonomi. Ketiga. Fasisme keluarga. Keempat. Rentetan bencana alam. Keempatanya menggerogoti ketahanan nasional sekaligus menghancurkan kepentingan nasional. Tentu saja kepentingan utama kita dalam bernegara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; melaksanakan ketertiban...Read More
Meneruskan kesadaran ekonomi nasional yang makin sekarat, kini kita memasuki hal yang paling mengerikan: baik angkanya, nasibnya, maupun destruktifnya bagi warga negara Indonesia. Yaitu bisnis perundang-undangan. Jual beli pasal dan jual beli kebijakan. Aktor dan lembaganya jelas. Bisnis ini mulai marak dikerjakan oleh ekonom-ekonom neoliberal yang beraksiologi begundal-lokal. Di republik ini imamnya bernama Widjojo Nitisastro....Read More
Kita perlu bertanya, “apa yang sedang dilakukan presiden dengan Nawacitanya di tengah empat perang bersamaan: proxy war, asimetric war, currency war dan agency war?” Apa yang ia lakukan dengan program revolusi mental seiring sedang bertarung antara neoliberalisme (kapitalis private) melawan neokomunisme (kapitalis negara). Sebuah perang yang akibatnya membuat krisis (keuangan) di mana-mana. Jika lihat pernyataan...Read More
“Mengapa gerakan Islam (parpol dan ormas) selalu kalah di Indonesia?” tanya Prof Vedi R. Hadiz dalam kuliah umum di FISIP UI beberapa tahun lalu. Ia menjawab sendiri pertanyaan itu dengan berkata: “Karena Islam di Indonesia tidak memiliki borjuasi nasional.” Satu kekalahan politik yang berdampak pada ketiadaan populisme islam yang pada gilirannya melahirkan kelompok frustasi yang...Read More
Penulis Pararaton meyebut kisah Pasundan Bubat sebagai sebuah kelicikan yang diselimuti nafsu angkara Gajah Mada untuk menundukkan Sunda setelah usahanya dalam peperangan gagal. Kisah itu kemudian mendapat tanggapan beragam bergantung suku mana ia berasal. Sebenarnya bila kita melihat lebih jauh Kidung Sunda atau Kidung Sundayana, kasus tersebut sama sekali bukan merupakan bagian taktik (kelicikan) Gajah...Read More
Kekuasaan berbasis modal dan orang kaya disebut oligarki. Dalam pemaknaan yang luas, oligarki ada dua rupa: Pertama, oligarki memiliki dasar kekuasaan—kekayaan material—yang tidak dapat diseimbangkan. Kedua, oligarki memiliki jangkauan kekuasaan yang luas, militeristik dan sistemik, meskipun dirinya berposisi minoritas dalam kekuasaan. Dengan demikian, kekuasaan oligarkis selalu didasarkan pada pemerintahan yang susah dihancurkan karena jangkauannya luas...Read More