Peradaban kita hari ini sedang menghadapi empat persoalan genting. Pertama. Fundamentalisme pemerintahan. Kedua. Terorisme ekonomi. Ketiga. Fasisme keluarga. Keempat. Rentetan bencana alam. Keempatanya menggerogoti ketahanan nasional sekaligus menghancurkan kepentingan nasional. Tentu saja kepentingan utama kita dalam bernegara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; melaksanakan ketertiban...
Meneruskan kesadaran ekonomi nasional yang makin sekarat, kini kita memasuki hal yang paling mengerikan: baik angkanya, nasibnya, maupun destruktifnya bagi warga negara Indonesia. Yaitu bisnis perundang-undangan. Jual beli pasal dan jual beli kebijakan. Aktor dan lembaganya jelas. Bisnis ini mulai marak dikerjakan oleh ekonom-ekonom neoliberal yang beraksiologi begundal-lokal. Di republik ini imamnya bernama Widjojo Nitisastro....
Kita perlu bertanya, “apa yang sedang dilakukan presiden dengan Nawacitanya di tengah empat perang bersamaan: proxy war, asimetric war, currency war dan agency war?” Apa yang ia lakukan dengan program revolusi mental seiring sedang bertarung antara neoliberalisme (kapitalis private) melawan neokomunisme (kapitalis negara). Sebuah perang yang akibatnya membuat krisis (keuangan) di mana-mana. Jika lihat pernyataan...
“Mengapa gerakan Islam (parpol dan ormas) selalu kalah di Indonesia?” tanya Prof Vedi R. Hadiz dalam kuliah umum di FISIP UI beberapa tahun lalu. Ia menjawab sendiri pertanyaan itu dengan berkata: “Karena Islam di Indonesia tidak memiliki borjuasi nasional.” Satu kekalahan politik yang berdampak pada ketiadaan populisme islam yang pada gilirannya melahirkan kelompok frustasi yang...
Penulis Pararaton meyebut kisah Pasundan Bubat sebagai sebuah kelicikan yang diselimuti nafsu angkara Gajah Mada untuk menundukkan Sunda setelah usahanya dalam peperangan gagal. Kisah itu kemudian mendapat tanggapan beragam bergantung suku mana ia berasal. Sebenarnya bila kita melihat lebih jauh Kidung Sunda atau Kidung Sundayana, kasus tersebut sama sekali bukan merupakan bagian taktik (kelicikan) Gajah...
Kekuasaan berbasis modal dan orang kaya disebut oligarki. Dalam pemaknaan yang luas, oligarki ada dua rupa: Pertama, oligarki memiliki dasar kekuasaan—kekayaan material—yang tidak dapat diseimbangkan. Kedua, oligarki memiliki jangkauan kekuasaan yang luas, militeristik dan sistemik, meskipun dirinya berposisi minoritas dalam kekuasaan. Dengan demikian, kekuasaan oligarkis selalu didasarkan pada pemerintahan yang susah dihancurkan karena jangkauannya luas...
Ibu kesedihan itu adalah saat tahu bahwa orang yang kita cintai, menderita. Sedangkan ayah kesedihan itu adalah saat tahu bahwa pemimpin yang kita pilih, menipu. Kini, aku mengalami puncak-puncak kesedihan itu: kekasih yang menderita dan kepala negara yang menipu. Kalian tahu? Bila waktu revolusi telah datang, tentu mukjizat tak kan pergi. Terimakasih karena revolusi telah...
Berbeda dari ahli politik yang lain, saya punya hipotesa bahwa utusan daerah dan golongan dihadirkan dalam arsitektur tata negara kita adalah: untuk memastikan kesetimbangan antar badan publik. Artinya, agar tidak ada dominasi pasar atas lainnya. Dominasi pasar atas negara, agama dan rakyat akan menghasilkan neoliberalisme. Hilirnya oligarkisme, kartelisme, predatorisme. Maka, cara mengatasi dominasi pasar itu...
Dalam teks kakawin dan kidung, pakaian perang yang digunakan para prajurit di Jawa pada masa lalu, banyak dicatat di dalamnya. Pakaian perang tersebut dibedakan dalam 3 jenis. Waju Rante ‘baju yang terdiri atas rantai-rantai besi’, [Kidung : K.R (7.31), (7.107)]. Kawaca ‘baju baja’, [Kakawin : Ad (202), BhP (135), RY (3.42), AW (7.6), HW (32.8),...
1. Pengantar Hubungan mancanegara pada masa lalu bersifat dinamis.(1) Karena itu hubungan mancanegara masa lalu selalu diaktualisasi oleh pemerintah. Misalnya saja ketika kerajaan Vietnam meminta bantuan Jawa untuk melepaskan diri dari penjajahan Cina tahun 760 dan 762, pemerintah Jawa (Medang) dicatat mengabulkan permintaan tersebut.(2) Pemenuhan permintaan itu menjadikan kerajaan Medang kemudian mengevaluasi kebijakannya terhadap pemerintah...