Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576 budaya indonesia
Kepada Nurlyta Hafiah yang baik, dan yang kucinta, akan kukisahkan tentang kisah yang tidak semua tahu. Kisah khusus buatmu. Namun juga boleh untuk teman-teman yang memiliki hasrat membuat protokol swasembada energi demi kemuliaan pertiwi. Banyak dari para elite dan mahasiswa datang dan bertanya kepadaku. “Adakah road map Indonesia yang aman karena tak melawan jalur sutra...Read More
Ia memang lain. Kueja namanya, Amartya. Koleganya memanggil Sen. Sebab nama bekennya memang Amartya Sen. Ekonom tercanggih dari ilmuwan yang mendedikasikan hidupnya untuk menumpas kemiskinan dan keterkungkungan. Ia crank. Ia menyempal. Ia anti-kapital(isme). Dengan posisi itu, pada tahun 1981 Sen menerbitkan buku dahsyat yang berjudul Poverty and Famines: An Essay on Entitlement and Deprivation. Orang...Read More
Deindonesianisasi. Kata ini sebenarnya tidak pas benar. Tapi mau bagaimana lagi. Terjadi deindonesianisasi dalam arti “asingisasi” yang identik dengan proses pencabutan pemikiran dan tindakan lokal-nasional. Dan, hampir semua kita mengalaminya. Karenanya, bila tidak melakukan perlawanan secara sungguh-sungguh maka dapat dipastikan kita sudah ditelan mentah-mentah oleh proses itu. Defisit. Lalu, habis. Generasi Muda Tidak Mengenal Nama-Nama...Read More
Di banyak kampus, banyak sekali ilmuwan yang telah berkata demikian. Kita tidak tahu ke mana negara ini mengarah, sebab acuannya semakin tidak konsisten. Jika acuannya pasar, kita hanya pasar segmented. Jika acuannya konstitusi, kita hanya mengkhianati. Jika acuannya klasik (PDB, Rasio Gini, Pertumbuhan, Kemajuan dan Utang), praktis angka-angkanya tidak menunjukkan sebuah lompatan besar. Jadi, apa...Read More
Setelah meriset konsep ekopol konstitusi, seperti janjiku kemarin, kini giliran berbagi pengetahuan tentang masalah ekonomi haram (shadow economic). Ini adalah soal yang sangat genting. Jauh lebih penting dari sekedar persoalan pergantian kekuasaan. Mengapa? Sebab para pemain shadow ekonomic inilah yang kini mengatur negara, mencengkeram aparaturnya secara halus tak terendus, menjajah kita semua sampai tujuh turunan...Read More
‘Jika rusak suatu konstitusi, rusaklah semua unsur-unsur negara dan hancurlah kehidupan sebuah bangsa’ Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) beberapa waktu lalu menilai perusahaan pertambangan paling berkontribusi besar terkait kerusakan alam yang terjadi di kawasan Indonesia. Bahkan kerusakan alam akibat pengelolaan pertambangan, melebihi lahan yang dikelola oleh perusahaan. Lebih parah lagi perusahaan pertambangan yang menyebabkan kerusakan...Read More
Pengantar Akibat kenaikan harga BBM sudah dipastikan akan terjadi kenaikan harga- harga barang dan jasa karena dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi maupun biaya lainnya. Kenaikan harga barang-barang dan jasa ataupun harga-harga umum ini harus dibedakan antara yang sifatnya “kenaikan yang hanya sekali” (one time increase) atau kenaikan yang terus menerus (continuous increase). Kenaikan harga umum...Read More
Pada akhirnya, globalisasi adalah terusan perampokan. Antara siapa melawan apa? Private capitalism versus state capitalism. Jika private capitalism menempatkan Amerika dan sekutunya sebagai subjek yang mengembangkan segi empat setan (WB, IMF, WTO, TPP) maka state capitalism menempatkan Cina dan sekutunya sebagai subjek yang mengembangkan segi empat setan (SR, CD, II, AIIB). Silk Road (jalur sutra)...Read More
Dalam studi-studi Nusantara, kita nanti akan bertemu dengan istilah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ini merupakan konsep bernegara dalam pencarian tiang-tiangnya, setelah nilai, ide dasar dan cita-citanya ditemukan dan menjadi konsensus bersama. Menurut Soepomo (1945), konsep Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan penjelmaan seluruh rakyat Indonesia, yang mana anggotanya terdiri atas seluruh wakil rakyat, seluruh wakil daerah,...Read More
Tulisan kecil ini mencoba mengulas secara umum pembangunan nasional yang sudah dijalankan paling tidak di era paska reformasi sejak ditetapkannya UU Keuangan Negara di tahun 2003. Pembangunan Nasional Indonesia bukan Pembangunan Nasional “di” Indonesia. Ini adalah salah satu pengejawantahan Trisakti. Pembangunan Nasional yang dijiwai dan direalisasikan dengan mewujudkan kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian dalam...Read More