Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576 budaya indonesia
Ibu kesedihan itu adalah saat tahu bahwa orang yang kita cintai, menderita. Sedangkan ayah kesedihan itu adalah saat tahu bahwa pemimpin yang kita pilih, menipu. Kini, aku mengalami puncak-puncak kesedihan itu: kekasih yang menderita dan kepala negara yang menipu. Kalian tahu? Bila waktu revolusi telah datang, tentu mukjizat tak kan pergi. Terimakasih karena revolusi telah...Read More
Berbeda dari ahli politik yang lain, saya punya hipotesa bahwa utusan daerah dan golongan dihadirkan dalam arsitektur tata negara kita adalah: untuk memastikan kesetimbangan antar badan publik. Artinya, agar tidak ada dominasi pasar atas lainnya. Dominasi pasar atas negara, agama dan rakyat akan menghasilkan neoliberalisme. Hilirnya oligarkisme, kartelisme, predatorisme. Maka, cara mengatasi dominasi pasar itu...Read More
Dalam teks kakawin dan kidung, pakaian perang yang digunakan para prajurit di Jawa pada masa lalu, banyak dicatat di dalamnya. Pakaian perang tersebut dibedakan dalam 3 jenis. Waju Rante ‘baju yang terdiri atas rantai-rantai besi’, [Kidung : K.R (7.31), (7.107)]. Kawaca ‘baju baja’, [Kakawin : Ad (202), BhP (135), RY (3.42), AW (7.6), HW (32.8),...Read More
1. Pengantar Hubungan mancanegara pada masa lalu bersifat dinamis.(1) Karena itu hubungan mancanegara masa lalu selalu diaktualisasi oleh pemerintah. Misalnya saja ketika kerajaan Vietnam meminta bantuan Jawa untuk melepaskan diri dari penjajahan Cina tahun 760 dan 762, pemerintah Jawa (Medang) dicatat mengabulkan permintaan tersebut.(2) Pemenuhan permintaan itu menjadikan kerajaan Medang kemudian mengevaluasi kebijakannya terhadap pemerintah...Read More
Ini bulan Agustus. Bulan kemerdekaan. Bulan yang baik untuk melakukan denunsiasi dan anunsiasi atas lima problema akut. Pertama. Darurat politik—karena sangat liberal. Kedua. Darurat ekonomi—karena sangat neoliberal. Ketiga. Darurat kebudayaan—karena sangat amoral. Keempat. Darurat agensi—karena individualis dan fasis. Kelima. Darurat agama—karena sangat fundamentalis. Kelimanya menghasilkan arsitektur ekopol kleptokrasi yang predatorian dan agensi yang oligarkis. Bagaimana...Read More
Tiap manusia bernilai karena ide dan gagasannya. Bukan berapa uangnya, anak siapa dan apa sukunya. Ini soal hidup bersama; adil, berdaulat, bermartabat dan sejahtera bersama. Tentu bukan soal hidup berbasis sara. Sebab kita hidup di Indonesia. Bukan bukan di Cina dan bukan di Amerika. Dus, ide apakah yang mampu mengimbangi oligarki politik? Apa solusi kita...Read More
Catatan-catatan informasi Cina tentang wilayah di Samudra Timur dan Barat, sebagai sebuah istilah untuk menunjuk wilayah Nusantara dan Taiwan, selalu diakhiri dengan catatan wilayah tersebut menyerahkan upeti kepada raja Cina. Meski demikian, pernyataan bahwa banyak wilayah di Nusantara yang mengirimkan upeti kepada Cina, sebagai bentuk wujud takluknya wilayah-wilayah tersebut, adalah keliru. Penulis sejarah Cina mengerti...Read More
Jawaga atau Jawa dikenal oleh para penulis Arab sebagai daerah yang memiliki wilayah yang sangat luas. Menurut Abu Zayd (916 M), salah satu jajahan Jawaga ialah Kalah, terletak antara negara Cina dan Arab. Kapal-kapal dari Oman datang ke situ dan dari situ kembali ke negara Arab.(1) Demikian terkenalnya Jawa sebagai sebuah kerajaan, maka nama kerajaan...Read More
Viktor Emil Frankl (1905-1997) menulis, “Bukan hidup yang memberikan jawaban kepada kita, tapi kitalah yang harus memberikan jawaban kepada kehidupan.” Dalam rangka menjawab kehidupan bernegara, mari kita diskusikan ekopol berbasis konstitusi. Sebab bernegara adalah berkonstitusi pun sebaliknya, berkonstitusi adalah bernegara. Ekonomi Konstitusi Adalah Koperasi Ekonomi konstitusi itu intinya koperasi yang memenuhi kebutuhan dasar manusia (pangan,...Read More
Sebelum Hindu dan Budha masuk ke Indonesia pada masa lampau, Indonesia menurut para sejarawan dicatat telah memiliki keyakinan asli yaitu Animisme dan Dinamisme. Menurut Bernard H.M. Vlekke misalnya, unsur-unsur agama Indonesia sebelum kedatangan Hindu dan Budha ada dua. Pertama adanya keyakinan panteistik bahwa segala sesuatu dan segala makhluk hidup punya jiwa. Kedua adanya keyakinan keberadaan...Read More