Pada dasarnya, sebuah prasasti umumnya berisi tentang hal-hal sebagai berikut. Pertama, penetapan status sīma. Kedua, keputusan hukum mengenai tanah, utang-piutang, kewarganegaraan, pajak, pengelolaan hasil penjagaan lingkungan alam dan upacara. Serta ketiga, peringatan atas suatu peristiwa, (Machi Suhadi, 1993: 238-239). Namun diluar isi secara umum tersebut, terdapat prasasti berisi kisah perjalanan. Prasasti itu adalah prasasti Pabañolan....
Jika penjajah Portugis, Spanyol, VOC, Belanda dan Jepang mendorong kita menjadi “bangsa gunung” maka pemimpin kini mendorong kita menjadi “bangsa selokan.” Pada bangsa gunung, budaya yang berkembang adalah mistisisme dan feodalisme. Pada bangsa selokan, budaya yang berkembang adalah korupsi, utang dan merasa paling benar. Tentu saja kedua model bangsa itu menyalahi takdir kita sebagai bangsa...