Banyak yang keliru saat mendefinisikan Budaya Indonesia hingga saat ini. Banyak juga yang kurang mengenai makna Budaya Indonesia. Misalnya saja adalah anggapan sebagai berikut. faham Kebudayaan nasional Indonesia sesungguhnya dibentuk oleh berbagai kebudayaan daerah. Jadi, kebudayaan nasional Indonesia merupakan puncak-puncak kebudayaan daerah yang ada di seluruh Indonesia. Pendapat yang pernah dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantoro...
Berulang. Tak belajar dari sejarah. Kini, puluhan ribu jemaah yang tertipu biro umroh mirip jutaan warganegara yang tertipu pesta pilpres dan pilkadal. Dan, kedua korban sama-sama dalam keadaannya: negara tak hadir untuk menegakkan hukum (the basic law of survival). Kini korban-korban itu tak punya tempat mengadu. Sebab negara dan elitelah pelaku tipu-tipu tersebut. Itulah nasib...
Indonesia itu apa? Ini adalah pertanyaan ontologis yang sering tak diucapkan oleh kita semua. Padahal, kegagalan kita dalam mempercepat realisasi janji proklamasi berawal dari pertanyaan maha penting ini. Jadi, pertanyaan Indonesia itu apa menjadi urgen untuk kita jawab bersama. Kemampuan menjawab pertanyaan itu nanti diharap bisa menjawab problem besar berikutnya. Tiga Hal Terkait Epistema Indonesia...
Peradaban Indonesia pada abad ke 7 sudah dikenal secara meluas. Salah satu buktinya terdapat pada candi yang terbentuk dari tumpukan-tumpukan batu bata di Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan hal ketika meninjau Candi Kedaton, disertai Ibu Iriana Joko Widodo, Kamis (07/04/2022). “Inilah sejarah yang...
Mengapa ekonomi-politik kita harus menghadirkan Hatta? Tentu bukan hanya karena mencintainya. Tetapi karena beberapa tanya: Tahukah kita? Pusat-pusat studi Pancasila di kampus-kampus stagnan. Beberapa bahkan mati suri. Akibatnya kemiskinan dan ketimpangan makin menjadi-jadi. Para ekonom di kampus-kampus itu belajar ilmu ekonomi apa? Sehingga sistem ekonomi pancasila, ekonomi konstitusi, ekonomi rakyat dan demokrasi ekonomi tidak terdengar...
Problem utama negara-bangsa postkolonial itu banyak sekali. Setidaknya, jika dikelompokkan ada lima. Pertama, menentukan garis batas waktu (Proklamasi). Kedua, menentukan garis batas teritori (Wilayah). Ketiga, menentukan garis batas tempat kuasa (Istana dan Kota). Keempat, menentukan garis batas iptek (Kurikulum dan Pengetahuan). Kelima, menentukan garis batas mental (Kedaulatan dan Konstitusi). Bagaimana menjelaskannya? Mari kita bahas satu...
Pandemi Kebodohan. Demikian guru Zulkifli (2022: 1) menamai situasi mutakhir kita. Tiba-tiba kita semua “bodoh, dibodohi, dianggap bodoh dan terlihat bodoh.” Atau dalam bahasa gaul, kita minus gagasan tapi surplus hoax. Tak punya pikiran dan terobosan tapi panen ngedumel dan ndremimil. Elite kita makin menyedihkan dan sakit. Gegara busuk agensi dan rusak konstitusi, semua orang...
Akhir – akhir ini kita mendapatkan berita tentang bangkrutnya Sri Lanka, sebuah negara pulau di sebelah utara Samudera Hindia di pesisir tenggara India, karena salah urus ekonomi oleh pemerintah dan diikuti dengan kaburnya pemimpin mereka Gotabaya Rajapaksa ke luar negeri, negara ini menjadi perbincangan ramai di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indonesia memperbincangkan antara lain...
Tak ada kejahatan terbesar di dunia ini selain penjajahan (kolonialisme). Dan, tak ada kemuliaan yang lebih mulia selain jihad melawannya. Sebab, mereka mewariskan kerusakan maha dahsyat di semua lini rakyat. Makanya, ia harus dihapus dari muka bumi. Dari penjajah, kita warisi mental kolonial, kota kolonial, ekopol kolonial, kurikulum kolonial, tentara dan pemerintahan kolonial bahkan agama...
Radikalisme/terorisme akhir-akhir ini menjadi bentuk ancaman nonmiliter yang semakin mengkhawatirkan bahkan sangat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Indonesia. Karena itu Ketua Umum PB Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI (FKPPI) Pontjo Sutowo mengajak seluruh kader FKPPI yang jumlahnya lebih dari 10 juta orang untuk ambil bagian dari solusi dalam menangkal dan mengatasi ancaman radikalisme/terorisme melalui...