Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
budaya indonesia

Indeks

Aku terlelap di atas buku babon saat terdengar suara telpon genggam meraung-raung. Sebuah berita duka dari anak tercinta. “Ayah, sepuluh ekor ikan kita mati sia-sia di kolam tanpa tahu sebabnya,” begitu kabar buruk yang lebih mencekam dari perang Rusia menginvasi Ukrania. Buku karya Polanyi yang tebal itu seketika terlupa isinya. Saat kuliah dulu tak kupahami,...
Read More
Kasultanan pada awalnya adalah bentuk sistem nāgara yang mendapat nilai-nilai Islam. Sebagaimana sistem nagara, kasultanan menerapkan sistem aristokrasi. Namun berbeda dengan nāgara, kepala negara dalam sistem kasultanan tidak seperti kepala negara dalam sistem nāgara. Jika kepala negara dalam sistem nāgara berperan sebagai semacam jembatan antara dunia manusia dan dewa, maka kepala negara dalam sistem kasultanan...
Read More
Pertanyaan itu terus terngiang di kupingku. Kenapa anda mau sekolah pasca di Amerika? Tanya Professor Elizabeth Fuller Collins. Kujawab tegas: “Untuk menemui Prof Noam Chomsky dan nonton NBA.” Lalu, doi menjawab: “Selamat merayakan hari raya kiri dan kecerdasan kekritisan tiada tara.” Lalu, aku tersenyum dan bilang: “Mari kita wariskan peradaban multipolar yang saling hormat bermartabat...
Read More
MENGAPA negara dan warganya harus dilindungi? Sebab, neoliberal ini sangat anti kepemilikan publik (misalnya BUMN) dan berupaya membuat pemerintahan di banyak negara lumpuh sehingga merekalah yang berkuasa atas negara dan sistem pemerintahan, sosial, ekonomi dan politiknya. Invasi kurikulum dan konstitusilah kunci yang mereka dahulukan. Amok neoliberalisme menjadi mengerikan karena ia adalah paham ekopol yang mengutamakan...
Read More
Di manakah kini kemakmuran bersama berada? Tidak mudah menjawabnya. Sebab makmur adalah suatu keadaan di mana kita dapat memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tersier dengan mudah. Kemakmuran juga berarti mendapatkan semua kebutuhan-kebutuhan tersebut tanpa adanya tekanan dan kesulitan yang amat sangat. Dan, pelakunya mampu mengatur keadaan finansial, waktu dan tenaganya dengan ceria. Selain itu, pelaku...
Read More
Kini, semua tempat adalah pasar dan semua peristiwa adalah kerakusan. Untuk semenjana, agama dan ide-ide progresif kemanusiaan wafat ditelan gairah hasrat kaduniawian. Pasar dan kerakusan kini menjadi potret terbaru dari dunia yang sedang kita huni. Tak ada kata yang lebih pas menjelaskan kondisi kekitaan kini. Itu tesisku yang makin kuyakini setelah zaman mukidi menjadi sunyata...
Read More
Keren. Menjijikkan. Dari semua kejadian yang kini kita alami dalam urusan politik. Apanya yang keren? Adalah lahirnya arus balik: bangkitnya para penipu yang dipimpin Jokowi. Ia yang akan menipu dunia dengan sekejap saja. Dimulai saat ia bikin Esemka, ke Ukraina dan Rusia lalu sebentar lagi semua keluarganya meminum kursi kuasa penghasil kencing onta di jejeg...
Read More
Pada dasarnya, sebuah prasasti umumnya berisi tentang hal-hal sebagai berikut. Pertama, penetapan status sīma. Kedua, keputusan hukum mengenai tanah, utang-piutang, kewarganegaraan, pajak, pengelolaan hasil penjagaan lingkungan alam dan upacara. Serta ketiga, peringatan atas suatu peristiwa, (Machi Suhadi, 1993: 238-239). Namun diluar isi secara umum tersebut, terdapat prasasti berisi kisah perjalanan. Prasasti itu adalah prasasti Pabañolan....
Read More
Jika penjajah Portugis, Spanyol, VOC, Belanda dan Jepang mendorong kita menjadi “bangsa gunung” maka pemimpin kini mendorong kita menjadi “bangsa selokan.” Pada bangsa gunung, budaya yang berkembang adalah mistisisme dan feodalisme. Pada bangsa selokan, budaya yang berkembang adalah korupsi, utang dan merasa paling benar. Tentu saja kedua model bangsa itu menyalahi takdir kita sebagai bangsa...
Read More
Rasanya seluruh kejeniusanku tumpul jika mencari solusi dari problem kalian, apalagi problema Indonesia. Ujung pangkalnya di mana? Hulu hilirnya apa? Aku sungguh-sungguh tak tahu sampai kini. Hingga kemalasan dan kepariaan terus memeluk kita. Fajar sebelum hari raya, setelah tahajud dan jamaah subuh di masjid, kalian masih mengirim puisi. “Yang terparah dalam dunia kita adalah keadaan...
Read More
1 18 19 20 21 22 55