Ibuku ngendikan: “Ana unen-unen, mengko titi wanci yen wis ana ratu trah Mbanyumas, cah gunung Slamet, Nuswantara bakal duwur kukuse, makmur kawulane lan amba jajahane.” Mungkin ini sekedar ilusi, bisa juga “mimpi ratu adil” dan sangat mungkin futurologis tanah kami. Tetapi, hampir semua peradaban besar punya imaji. Dan, imaji terbesar bangsa kita adalah: “jadi mercusuar...
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak masyarakat untuk bersama mencari solusi agar Indonesia memiliki peta jalan melalui Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Sehingga cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia adil dan sejahtera bisa terwujud. Berdasarkan catatan sejarah, Bamsoet menjelaskan, peta jalan Indonesia sebenarnya sudah ada sejak era Presiden Soekarno bernama Pembangunan Semesta Berencana. Istilah...
Rektor Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Ayub Muktiono mengapresiasi terbitnya buku ‘Memperadabkan Bangsa, Paradigma Pancasila untuk Membangun Indonesia’. Buku yang disusun oleh para pakar dari Aliansi Kebangsaan, Forum Rektor Indonesia, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asosiasi Ilmu Politik Indonesia, Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut dapat menjadi referensi penting bagi bangsa Indonesia...
Tak ada yang lebih bertanggungjawab dari kependidikan dan kepengajaran di suatu negara kecuali para budayawan. Jika para politisi lupa, jika para pengusaha acuh, jika para buruh mengeluh, kita masih bisa memakluminya. Tetapi, jika para budayawan tak lagi gelisah dengan “situasi dan kondisi kepengajaran dan kependidikan kita,” selesai sudah kita dalam bernegara. Buku ini kami bahas...
Kekerasan dalam bahasa adalah tanda kekerasan dalam pikiran. Dan, kekerasan dalam pikiran adalah tanda kemacetan dalam capaian cita-cita. Kemacetan cita-cita adalah suasana kita semua kini. Apa dosa terbesar pemerintahan Indonesia terhadap warganya sejak Orde Baru? Adalah beragama “pertumbuhan.” Iman pada pembangunan berdimensi pertumbuhan inilah “dosa asal dan dosa induk” yang tak banyak dipahami presiden-presiden kita....
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rektor Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Ayub Muktiono mengapresiasi terbitnya buku ‘Memperadabkan Bangsa, Paradigma Pancasila untuk Membangun Indonesia’. Buku yang disusun oleh para pakar dari Aliansi Kebangsaan, Forum Rektor Indonesia, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asosiasi Ilmu Politik Indonesia, Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut dapat menjadi referensi penting bagi...
Mengapa hasil pendidikan kita tak terlalu memuaskan dalam merealitaskan janji konstitusi? Dalam preambule konstitusi ada kata: melindungi, faktanya masih banyak yang tak sekolah. Ada kata mencerdaskan, faktanya masih banyak yang buta huruf. Ada kata menyejahterakan, faktanya ketimpangan makin tajam. Ada kata menertibkan, faktanya makin tidak tertib. Tentu ada banyak jawaban. Tapi lewat pendekatan postkolonial studies...
Satu diantara kota-kota di Indonenesia yang masih memiliki peninggalan keraton, yaitu tempat kediaman ratu atau raja atau istana raja, yaitu Solo, atau Kota Surakarta. Pada masa lalu 2 keraton itu menjadi pusat pemerintahan. Seiring dengan terbentuknya Pemerintahan Kota Surakarta maka peran tersebut tidak dimiliki lagi.Namun, keraton tetap menjadi pusat budaya. Solo memiliki dua ikon cagar...