Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576 budaya indonesia
Ini bulan Agustus. Bulan kemerdekaan. Bulan yang baik untuk melakukan denunsiasi dan anunsiasi atas lima problema akut. Pertama. Darurat politik—karena sangat liberal. Kedua. Darurat ekonomi—karena sangat neoliberal. Ketiga. Darurat kebudayaan—karena sangat amoral. Keempat. Darurat agensi—karena individualis dan fasis. Kelima. Darurat agama—karena sangat fundamentalis. Kelimanya menghasilkan arsitektur ekopol kleptokrasi yang predatorian dan agensi yang oligarkis. Bagaimana...Read More
Tiap manusia bernilai karena ide dan gagasannya. Bukan berapa uangnya, anak siapa dan apa sukunya. Ini soal hidup bersama; adil, berdaulat, bermartabat dan sejahtera bersama. Tentu bukan soal hidup berbasis sara. Sebab kita hidup di Indonesia. Bukan bukan di Cina dan bukan di Amerika. Dus, ide apakah yang mampu mengimbangi oligarki politik? Apa solusi kita...Read More
Catatan-catatan informasi Cina tentang wilayah di Samudra Timur dan Barat, sebagai sebuah istilah untuk menunjuk wilayah Nusantara dan Taiwan, selalu diakhiri dengan catatan wilayah tersebut menyerahkan upeti kepada raja Cina. Meski demikian, pernyataan bahwa banyak wilayah di Nusantara yang mengirimkan upeti kepada Cina, sebagai bentuk wujud takluknya wilayah-wilayah tersebut, adalah keliru. Penulis sejarah Cina mengerti...Read More
Jawaga atau Jawa dikenal oleh para penulis Arab sebagai daerah yang memiliki wilayah yang sangat luas. Menurut Abu Zayd (916 M), salah satu jajahan Jawaga ialah Kalah, terletak antara negara Cina dan Arab. Kapal-kapal dari Oman datang ke situ dan dari situ kembali ke negara Arab.(1) Demikian terkenalnya Jawa sebagai sebuah kerajaan, maka nama kerajaan...Read More
Viktor Emil Frankl (1905-1997) menulis, “Bukan hidup yang memberikan jawaban kepada kita, tapi kitalah yang harus memberikan jawaban kepada kehidupan.” Dalam rangka menjawab kehidupan bernegara, mari kita diskusikan ekopol berbasis konstitusi. Sebab bernegara adalah berkonstitusi pun sebaliknya, berkonstitusi adalah bernegara. Ekonomi Konstitusi Adalah Koperasi Ekonomi konstitusi itu intinya koperasi yang memenuhi kebutuhan dasar manusia (pangan,...Read More
Disrupsi terjadi secara global di semua bidang, yang disebabkan oleh cepatnya kemajuan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi salah satunya adalah “ learning”. Cara pembelajaran yang terdisrupsi ini telah banyak menyebabkan jutaan pelajar tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan kesempatan mempelajari kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi revolusi 4.0, yang dipersyaratkan dunia. Akibat tambahan yang terjadi...Read More
Sebelum Hindu dan Budha masuk ke Indonesia pada masa lampau, Indonesia menurut para sejarawan dicatat telah memiliki keyakinan asli yaitu Animisme dan Dinamisme. Menurut Bernard H.M. Vlekke misalnya, unsur-unsur agama Indonesia sebelum kedatangan Hindu dan Budha ada dua. Pertama adanya keyakinan panteistik bahwa segala sesuatu dan segala makhluk hidup punya jiwa. Kedua adanya keyakinan keberadaan...Read More
Kawan-kawanku pernah bertanya, “Apa formasi mutakhir dari struktur ekopol hari ini?” “Kwartet dan tetralogi ekonomi Nusantara,” jawabku sekenanya. “Bagaimana penjelasannya?” kejarnya tak sabaran. Tersenyum, aku berkata, “Begini ringkasannya”. Sesungguhnya, proyek besar kemerdekaan kita adalah merealisasikan jalan ekopol Pancasila. Apa itu? Adalah melaksanakan komitmen pemerataan; melahirkan kebijakan ekonomi nasionalis; mendesain perencanaan yang kuat, komprehensip dan terpusat;...Read More
Fenomena lunturnya karakter bangsa di kalangan pemuda termasuk para mahasiswa kini semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut antara lain tercermin dari meningkatnya kasus kekerasan pada para remaja, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, menurunnya rasa hormat pada orang tua, hingga rendahnya etos kerja. Padahal sebagai bagian dari generasi muda, mahasiswa mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah dibanding kelompok...Read More
Peradaban Djawa itu dicetak oleh tiga hal: keberlimpahan alam raya, keramah-tamahan penghuninya, filsafat kebutuhan bukan keinginan. Tetapi, akibat bencana, paregreg dan penjajahan, semua tinggal sisa. Kini, sungai hilang kedalamannya; pasar hilang suaranya; pandita hilang malunya; mantera hilang saktinya. Begitulah ujaran Jawa yang sangat berharga. Maka, mendialogkan Jawa adalah mendialogkan hilangnya. Mewarisi cerita dan epos besar...Read More