Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576 budaya indonesia
“Mengapa gerakan Islam (parpol dan ormas) selalu kalah di Indonesia?” tanya Prof Vedi R. Hadiz dalam kuliah umum di FISIP UI beberapa tahun lalu. Ia menjawab sendiri pertanyaan itu dengan berkata: “Karena Islam di Indonesia tidak memiliki borjuasi nasional.” Satu kekalahan politik yang berdampak pada ketiadaan populisme islam yang pada gilirannya melahirkan kelompok frustasi yang...Read More
Penulis Pararaton meyebut kisah Pasundan Bubat sebagai sebuah kelicikan yang diselimuti nafsu angkara Gajah Mada untuk menundukkan Sunda setelah usahanya dalam peperangan gagal. Kisah itu kemudian mendapat tanggapan beragam bergantung suku mana ia berasal. Sebenarnya bila kita melihat lebih jauh Kidung Sunda atau Kidung Sundayana, kasus tersebut sama sekali bukan merupakan bagian taktik (kelicikan) Gajah...Read More
Kekuasaan berbasis modal dan orang kaya disebut oligarki. Dalam pemaknaan yang luas, oligarki ada dua rupa: Pertama, oligarki memiliki dasar kekuasaan—kekayaan material—yang tidak dapat diseimbangkan. Kedua, oligarki memiliki jangkauan kekuasaan yang luas, militeristik dan sistemik, meskipun dirinya berposisi minoritas dalam kekuasaan. Dengan demikian, kekuasaan oligarkis selalu didasarkan pada pemerintahan yang susah dihancurkan karena jangkauannya luas...Read More
Pada masa lalu, kesenjangan pendidikan antara masyarakat wilayah Nusantara dengan wilayah Jawa terjadi. Dari kesenjangan ini, maka Majapahit kemudian memberi beasiswa bagi pemuda Nusantara untuk di didik di Universitas di Majapahit. Para pengajar bagi program tersebut dipilih yang terbaik. Hal ini karena para praktisi seperti Raja Majapahit dan Mahapatih Gajah Mada, dicatat sebagai bagian dari...Read More
Ibu kesedihan itu adalah saat tahu bahwa orang yang kita cintai, menderita. Sedangkan ayah kesedihan itu adalah saat tahu bahwa pemimpin yang kita pilih, menipu. Kini, aku mengalami puncak-puncak kesedihan itu: kekasih yang menderita dan kepala negara yang menipu. Kalian tahu? Bila waktu revolusi telah datang, tentu mukjizat tak kan pergi. Terimakasih karena revolusi telah...Read More
Berbeda dari ahli politik yang lain, saya punya hipotesa bahwa utusan daerah dan golongan dihadirkan dalam arsitektur tata negara kita adalah: untuk memastikan kesetimbangan antar badan publik. Artinya, agar tidak ada dominasi pasar atas lainnya. Dominasi pasar atas negara, agama dan rakyat akan menghasilkan neoliberalisme. Hilirnya oligarkisme, kartelisme, predatorisme. Maka, cara mengatasi dominasi pasar itu...Read More
Dalam teks kakawin dan kidung, pakaian perang yang digunakan para prajurit di Jawa pada masa lalu, banyak dicatat di dalamnya. Pakaian perang tersebut dibedakan dalam 3 jenis. Waju Rante ‘baju yang terdiri atas rantai-rantai besi’, [Kidung : K.R (7.31), (7.107)]. Kawaca ‘baju baja’, [Kakawin : Ad (202), BhP (135), RY (3.42), AW (7.6), HW (32.8),...Read More
Indonesia saat ini tengah memperingati hari kemerdekaannya yang ke 77. Dalam usia yang telah mencapai 77 tahun ini, Indonesia ternyata masih tertinggal dari beberapa negara Asean. Indonesia juga belum mampu mensejahterakan dan mencerdaskan rakyatnya, sesuai dengan tujuan nasional yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Hal ini dapat dilihat dari data Human Development Index (HDI) Indonesia...Read More
1. Pengantar Hubungan mancanegara pada masa lalu bersifat dinamis.(1) Karena itu hubungan mancanegara masa lalu selalu diaktualisasi oleh pemerintah. Misalnya saja ketika kerajaan Vietnam meminta bantuan Jawa untuk melepaskan diri dari penjajahan Cina tahun 760 dan 762, pemerintah Jawa (Medang) dicatat mengabulkan permintaan tersebut.(2) Pemenuhan permintaan itu menjadikan kerajaan Medang kemudian mengevaluasi kebijakannya terhadap pemerintah...Read More
Berkali-kali. Berpuluh kali. Bahkan beratus kali, buku bagus datang dan menantang. Kali ini dari guru Prijanto, seorang jendral dan mantan wagub DKI Jakarta (2007-2012). Saat bercanda dan bernarasi tentang TNI-Polri dan isu-isu mutakhir, buku ini bergerak masuk meja baca untuk dikomentari. Menurutnya, ada yang keliru dari perkembangan sistem pertahanan dan keamanan nasional kita. Terutama dalam...Read More