Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
budaya indonesia

Indeks

Banyak kisah petualangan dan perjalanan awak kapal selam milik TNI AL yang selama ini menjaga kedaulatan NKRI yang masyarakat blm tahu, Semua kisah ini merupakan kisah asli yang dituturkan para saksi sebagaimana ditulis dalam buku 50 tahun Pengabdian Hiu Kencana 1959-2009. Mungkin banyak diantara kita sebagai bangsa Indonesia yang tidak banyak mengetahui bahwa Angkatan Laut...
Read More
Dalam sebuah tulisannya, Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bila Indonesia baru harus lepas dengan sejarah sebelumnya. Tulisan Sutan Takdir Alisyahbana (STA) ini berjudul: Menuju Masyarakat dan Kebudayaan Baru: Indonesia-Pra-Indonesia (Pujangga baru, 2 Agustus 1935). Ia membedakan “Zaman pra-Indonesia” (yang berlangsung hingga akhir abad ke-19) dan “zaman Indonesia” (yang mulai pada awal abad ke-20). Dalam karya tulisnya...
Read More
Di dalam buku Sejarah Nasional Indonesia, Jawa dicatat pernah diserang oleh bangsa Mongol. Penyerangan kerajaan bangsa Mongol ke Jawa dicatat dilakukan oleh para panglima berpengalaman yaitu: Shi Bi, Ike Mese, dan Gao Xing. Dalam penyerangan itu mereka ditipu oleh Raden Wijaya yang pura-pura berpihak pada pasukan kerajaan Mongol namun kemudian menghianati kepercayaan itu dengan menyerang...
Read More
Kapal Pinisi pada saat ini merupakan kapal kebanggaan nasional. Hal ini karena ia merupakan tipe kapal asli Indonesia (Makasar) dan kini diangkat sebagai kapal duta pelayaran Indonesia ke segenap penjuru dunia. Salah bentuk kapal Pinisi yang menjadi duta pelayaran Indonesia tersebut adalah kapal Dewaruci. Tapi tahukah anda bila kapal Pinisi Dewaruci sekalipun merupakan kapal asli...
Read More
Candi Cetho terletak di lereng Gunung Lawu, berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. gbr gbr Dilihat dari bentuknya, Candi Cetho tidak seperti candi-candi lain yang ada di Indonesia, tapi justru mirip dengan candi-candi yang ada di peradaban bangsa Inca, Maya di...
Read More
Hingga tahun 500 M, masyarakat Cina tidak mengenal tehnologi pembuatan kain katun. Mereka juga tidak memiliki pengetahuan untuk membudidayakan kapas. Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Dalam catatan W.P. Groeneveldt, katun (kapas) merupakan tanaman yang diperkenalkan ke Tiongkok. Dalam Sejarah Dinasti Liang, Buku 54, hlm.1, ditemukan catatan berikut: “Gu-ba...
Read More
Kasultanan pada awalnya adalah bentuk sistem nāgara yang mendapat nilai-nilai Islam. Sebagaimana sistem nagara, kasultanan menerapkan sistem aristokrasi. Namun berbeda dengan nāgara, kepala negara dalam sistem kasultanan tidak seperti kepala negara dalam sistem nāgara. Jika kepala negara dalam sistem nāgara berperan sebagai semacam jembatan antara dunia manusia dan dewa, maka kepala negara dalam sistem kasultanan...
Read More
Tanggapan Atas Pendapat Rendra Dalam salah satu pidato kebudayaan yang berjudul Megatruh, WS Rendra membandingkan Inggris dengan Majapahit. Rendra menyatakan: “Pada tahun 1295 Raja Edward dari Inggris memperbaiki hak-hak parlemen. Dia mengatakan bahwa hanya parlemen yang bisa mengubah hukum. Hal ini bersamaan dengan saat akhir pemerintahan Kertanegara dari Singasari dan munculnya Majapahit dibawah pimpinan Raden...
Read More
Sebelum Hindu dan Budha masuk ke Indonesia pada masa lampau, Indonesia menurut para sejarawan dicatat telah memiliki keyakinan asli yaitu Animisme dan Dinamisme. Menurut Bernard H.M. Vlekke misalnya, unsur-unsur agama Indonesia sebelum kedatangan Hindu dan Budha ada dua. Pertama adanya keyakinan panteistik bahwa segala sesuatu dan segala makhluk hidup punya jiwa. Kedua adanya keyakinan keberadaan...
Read More
MONGOL sukses mengembangkan imperium yang luas karena angkatan daratnya ulung, khususnya keahlian dalam berkuda. Imbasnya, pada abad ke-13 M, seluruh daratan Eurasia tak luput dari kehadiran orang-orang Mongol. Kesuksesan itu masih diwarisi oleh Khubilai Khan hingga dia menaklukkan seluruh Tiongkok. Namun, kelihaian mereka berperang tersendat ketika menghadapi kondisi wilayah Asia Tenggara. “Bala tentara China-Mongol di...
Read More
1 49 50 51 52 53 55