Ada 4 musuh besar ketahanan nasional pada saat ini. Keempatnya menggerogoti ketahanan nasional sekaligus menghancurkan kepentingan nasional. Di mana kepentingan nasional adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Keempat musuh besar tersebut adalah: 1. Fundamentalisme...
Banyak yang bertanya apa itu sebenarnya makna pemimpin pancasilais. Pemimpin pancasilais sesungguhnya adalah pemimpin bermental spiritual. Komunitas yang crank dan menyempal. Tak hirau tahta, harta dan wanita. Pemimpin yang fokus wakaf jiwa raga buat rakyat miskin papa. Pemimpin ini memiliki tindakan satunya laku, kata dan nalarnya. Sidik, amanah, fatanah dan tabligh. Pemimpin yang meneladani teladan-teladan...
Di manakah batas gila dan waras itu? Imam Maarif penulis buku puisi ini, memiliki tesis yang unik. Dengan sangat menarik ia mempuisikan kegilaan dan kewarasan dengan alur yang sarat makna. Tak percaya? Berikut petikannya: Orang gila berjalan di atas imajinasinya/orang waras berjalan di atas normatifnya. Orang gila berjalan dalam khayalannya/orang waras berjalan dalam pikiran-pikirannya....
Habis. Bangsa ini seperti kehabisan manusia Pancasila. Kini, di mana saja dan kapan saja banyak pejabat ditangkap KPK. Kini, siapapun KKN dan berbudaya “nyogok alias suap.” Tak henti-henti kabar dan peristiwa itu terjadi. Malu sudah tak tertradisi, moral sudah hilang sejak mula, akhlak tertinggal di kitab-kitab suci, kesopanan dan keadaban tinggal legenda dan kisah saja....
Sungguh, waktu telah menjadikan manusia sempurna: akal dan jiwa. Maka, saat terbangun akal-budi dan nalarnya, sesungguhnya ia menyempurna melewati postulat hewan. Seiring waktu, matahari menyapa dengan hangatnya cahaya, sehingga kesadaran cinta dan kasih menetas dengan mengucap “selamat berpikir dan selamat berkarya pada semua.” Inilah waktu untuk menyongsong bangkitnya ordo spiritualitas, manusia spiritual dan spiritual pemimpin...
Mental yang hilang. Karakter yang lemah. Aturan yang cacat. Nilai-nilai yang berubah. Terjangan kolonialisme baru. Konstitusi yang berkhianat. Itulah enam problema pokok ekonomi-politik Indonesia hari ini. Menyikapi hal tersebut, kami mencoba bertemu dan mencari terobosan. Lewat diskusi terbatas (FGD) dengan para cendekiawan, kita menemukan sembilan buah usulan. Sembilan Usulan Perbaikan Tata Kelola Kenegaraan Pertama, peserta...
Ada 2 (dua) permasalahan yang muncul akibat adanya gerakan reformasi yang bertujuan mengakhiri rezim Orde Baru, memperbaiki dan menata kembali sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Pertama, Orde Reformasi melakukan pengingkaran sejarah terhadap fakta pendirian negara republik Indonesia dalam membangun sistem ketatanegaraan (asli) Indonesia. Kedua, Orde Reformasi menjauhkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dari sistem...
Hilang. Mereka dihilangkan. Padahal, itu konsensus dari pikiran jenius para pendiri republik ini. Begitulah posisi, filosofi dan bentuk dari “utusan golongan dan utusan daerah” dalam arsitektur kenegaraan Indonesia. Singkatnya kini MPRRI hanya diisi dua kaki (DPRRI, wakil parpol dan DPDRI, wakil daerah). Bangunan politik majelis beralih rupa dan beralih fungsi. Padahal, utusan golongan dan daerah...
Abstrak Untuk menjamin kelangsungan demokrasi Pancasila, harus ada institusi yang berwenang dan fokus mengelola etika bernegara, mempertebal semangat kebangsaan serta memperkuat Nilai Keindonesiaan. Institusi ini memiliki kuasa untuk menghentikan siapa saja yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan itu. Anggotanya dipilih dari gagasan dan jejak rekam yang ditorehkannya. Institusi itu seharusnya adalah Utusan Daerah dan Golongan....
Dalam pasal 33 ayat (3) UUD RI 1945 dicatat berbunyi sebagai berikut. “Bumi, udara, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Menjadi pertanyaan kemudian, apa makna dari pasal tersebut. Karena itu, bunyi pasal tersebut perlu untuk dijabarkan maknanya satu-persatu. Semua itu untuk mengetahui sejauh mana...