Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576 budaya indonesia
Semenjak disahkannya Pancasila dan konstitusi Indonesia sebagai dasar negara dan aturan bernegara, maka sejak itu pula Pendidikan Pancasila dilakukan. Jika dari awalnya, pembumian nilai-nilai Pancasila dilakukan dalam bentuk pidato-pidato para tokoh bangsa, maka selanjutnya menjadi lebih terstruktur. Seperti misalnya adalah sebagai berikut. Pertama, tahun 1947. Buku berisi Pidato Bung Karno tentang Lahirnya Pancasila diterbitkan. Kedua,...Read More
Berikut cara para kapitalis menguasai pasar dan memberlakukan aturan-aturan yang dibuatnya dan menguasai roda ekonomi pasar, yang muaranya kemudian menghegemoni dunia. Adapun kelanjutan dari jurus yang dilakukan adalah sebagai berikut. Jurus 8. Jika kapitalis dunia ingin lebih besar lagi, maka jurusnya tidak hanya cukup dengan mengekspor kelebihan produksinya. Mereka harus menggunakan jurus yang kedelapan, yaitu...Read More
Kapitalisme memiliki banyak pengertian. Karl Marx misalnya, mendefinisikan kapitalisme sebagai suatu sistem di mana harga barang dan kebijakan pasar ditentukan oleh pemilik modal supaya mencapai keuntungan yang maksimal. Sementara itu menurut Adam Smith, kapitalisme merupakan suatu sistem yang bisa menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat negara apabila pemerintah tidak mengintervensi kebijakan dan mekanisme pasar. Dengan kata lain,...Read More
Ketidaksadaran adalah ketika seseorang tiba-tiba menjadi tidak mampu menanggapi rangsangan. Orang yang yang mengalami ketidaksadaran, tidak merespons suara keras atau bergetar. Ketidaksadaran tidak hanya dialami oleh setiap individu semata, tapi juga dapat dialami secara kolektif. Menurut Carl Gustav Jung (2002), ketidaksadaran kolektif merupakan level terdalam dari psyche yang berisikan akumulasi dari pengalaman-pengamalan manusia yang diwariskan....Read More
Banyak pemikiran para founding father yang mencatatkan bahwa makna kemerdekaan adalah merdeka dari ketimpangan dan perbudakan karena produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dari semua di bawah pimpinan anggota warganegara yang bergantian bersendikan moral dan meritokratif. Hasilnya, kemakmuran seluruh warganegara diutamakan dan bukan orang per orang. Misalnya saja pemikiran sebagai berikut. Tak ada artinya kemerdekaan...Read More
Dalam konstitusi Indonesia, ditulis dengan jelas tujuan pembentukan Pemerintah Negara Indonesia. Tujuan tersebut, dicatat pada alinea keempat Pembukaan UUD RI 1945. Tepatnya, adalah sebagai berikut. Pertama. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kedua. Untuk memajukan kesejahteraan umum. Ketiga. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Keempat. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan...Read More
Kasus penangkapan Irjen Pol Teddy Minahasa atas dugaan keterlibatan jual beli narkoba oleh Propam Polri beberapa waktu lalu, menyisakan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin seorang polisi yang dididik dan dibiayai negara dan diberi kedudukan tinggi menghianati tugas pokok dan fungsinya sendiri. Apakah ada yang salah dengan sistem pendidikannya selama ini? Di Indonesia, kasus memilih menghianati tugas...Read More
“Pintu kemerdekaan telah terbuka, dan kami harap apabila anda kembali ke tempat masing-masing, saudara-saudara akan membisikkan hal ini kepada saudara-saudara seagama dan sebangsa. Tujuan kita semua satu; membuka jalan untuk meraih hak kita, yaitu Indonesia Merdeka yang bebas dari kekuasaan bangsa asing,” (Rangkayo Rasuna Said). Kalau pembaca cukup familiar dengan kawasan Kuningan, di bilangan Jakarta...Read More
Ada tiga hal penting dalam realitas Indonesia saat ini. Ketergantungan (utang), ketimpangan dan kemiskinan membuncah di sebuah negara yang mengadopsi Pancasila sebagai dasar negara. Padahal di negara yang mengadopsi Pancasila, ketergantungan (utang), ketimpangan dan kemiskinan seharusnya berbanding lurus dengan konstitusi. Jika konstitusional benar direalitaskan dalam kebijakan publik, maka ketergantungan, kemiskinan dan ketimpangan seharusnya akan habis....Read More
Para pendiri Indonesia memiliki hipotesa bahwa: “Tanpa kedaulatan ekonomi, tidak ada gunanya kemerdekaan.” Apa sebenarnya maksud dari hipotesa tersebut dan bagaimana merealisasikan kedaulatan ekonomi? Lima tahun terakhir, kondisi ekonomi negara secara riil makin buruk. Daya bayar sangat rendah. Sayangnya, kebijakan ekonomi yang diambil salah arah. Kebijakan yang diambil jauh dari kepentingan rakyat banyak: bahkan sangat...Read More