Ia kini menepi. Setelah ia menikmati semua kursi. Dari dosen, peneliti, menteri, bankir, wapres dan profesor. Apa yang ia tak nikmati? Tak ada. Semuanya sudah. Lalu, apa hasil warisannya? Pancasila punah dan ekonomi kita berprestasi utang, gadai dan obral. Mengapa begitu? Jelas karena ia neolib. Penyembah pasar. Pengiman kontestasi, pelaksana pertumbuhan, pentradisi ekonometrika. Padahal, awal...
Pada akhirnya, globalisasi adalah terusan perampokan. Antara siapa melawan apa? Private capitalism versus state capitalism. Jika private capitalism menempatkan Amerika dan sekutunya sebagai subjek yang mengembangkan segi empat setan (WB, IMF, WTO, TPP) maka state capitalism menempatkan Cina dan sekutunya sebagai subjek yang mengembangkan segi empat setan (SR, CD, II, AIIB). Silk Road (jalur sutra)...
Dalam studi-studi Nusantara, kita nanti akan bertemu dengan istilah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ini merupakan konsep bernegara dalam pencarian tiang-tiangnya, setelah nilai, ide dasar dan cita-citanya ditemukan dan menjadi konsensus bersama. Menurut Soepomo (1945), konsep Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan penjelmaan seluruh rakyat Indonesia, yang mana anggotanya terdiri atas seluruh wakil rakyat, seluruh wakil daerah,...
Apa yang riil di republik kita? Ekonomi apa yang merealitas di negeri ini? Rasanya, dua pertanyaan itu kok mudah dijawab, tetapi sangat menyakitkan hati kita. Sebab, yang riil itu “ekonomi kolonial” dan yang merealitas itu “perekonomian para kolaborator”. Padahal, usaha memerangi dua hal itu terus dikerjakan. Di banyak tempat, walau oleh segelintir orang. Dan, salah...
Tulisan kecil ini mencoba mengulas secara umum pembangunan nasional yang sudah dijalankan paling tidak di era paska reformasi sejak ditetapkannya UU Keuangan Negara di tahun 2003. Pembangunan Nasional Indonesia bukan Pembangunan Nasional “di” Indonesia. Ini adalah salah satu pengejawantahan Trisakti. Pembangunan Nasional yang dijiwai dan direalisasikan dengan mewujudkan kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian dalam...
Pelan dan pasti, negara ini telah masuk menjadi “negara swasta.” Negara swasta adalah “cucu haram” hasil pekawinan silang dari tiga serangkai: fundamentalisme pasar (neoliberalis), terorisme agama (neofundamentalis) dan fasisme ekonometrika (neotribalis). Bung Karno pernah memprediksi masalah ketiga serangkai ini. Puncak kulminasinya, saat kita tidak mengerti operasi dari tiga agensi tersebut. Pengertian Swastanisasi Negara Apa itu...
Karut-marut RUU Sisdiknas diduga terjadi akibat salah desain yang dilakukan shadow team Mendikbudristek Nadiem Makarim. Hal itu diutarakan oleh Ketua Bidang Kajian dan Riset Kebijakan Pendidikan Perkumpulan Nusantara Utama Cita (NU Circle) Ki Bambang Pharma. Ki Bambang mencurigai bahwa karut-marut berbagai kebijakan pendidikan termasuk Rancangan Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) karena salah desain...
Terbongkarnya 400 orang Tim Bayangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek terus menimbulkan polemik. Masyarakat profesional santri yang tergabung dalam Perkumpulan Nusantara Utama Cita (NU Circle) mencurigai carut-marut berbagai kebijakan pendidikan selama ini akibat salah desain oleh Tim Bayangan ini. Salah satunya kebijakan Profil Pelajar Pancasila yang nilai-nilainya TIDAK diturunkan dari nilai luhur Pancasila, seperti tertuang...
Semua bertepi. Semua berakhir. Semua berujung. Kecuali di novel Bumi Tak Bertepi. Novel kritik yang sangat menggugah. Diketik dengan semangat perubahan dan pencerahan. Ada banyak tesis menarik dan salah satunya saat penulis bicara kemiskinan mutakhir. “Kemiskinan adalah waktu ibadat kita. Janganlah kita terluka karenanya. Kekurangan, kesempitan, kesulitan dan ketidakadaan hanyalah tempat-tempat ibadat agar kita khusuk...
Sejak 1999, aku melihat Pancasila sebagai ideologi yang mati segan hidup tak semangat. Pancasila sekarat oleh kolaborator: lokal dan internasional. Bagaimana ia bisa bangkit kembali? Dalam konteks Pancasila, ia harus punya agensi yang mampu menjawab pertarungan dan ketegangan hidup yang melingkupi kita semua. Ia harus membuat tapak dan jejak yang tegas lagi jelas demi kegagahan...