Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576

Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
budaya indonesia

Indeks

Di banyak kampus, banyak sekali ilmuwan yang telah berkata demikian. Kita tidak tahu ke mana negara ini mengarah, sebab acuannya semakin tidak konsisten. Jika acuannya pasar, kita hanya pasar segmented. Jika acuannya konstitusi, kita hanya mengkhianati. Jika acuannya klasik (PDB, Rasio Gini, Pertumbuhan, Kemajuan dan Utang), praktis angka-angkanya tidak menunjukkan sebuah lompatan besar. Jadi, apa...
Read More
Setelah meriset konsep ekopol konstitusi, seperti janjiku kemarin, kini giliran berbagi pengetahuan tentang masalah ekonomi haram (shadow economic). Ini adalah soal yang sangat genting. Jauh lebih penting dari sekedar persoalan pergantian kekuasaan. Mengapa? Sebab para pemain shadow ekonomic inilah yang kini mengatur negara, mencengkeram aparaturnya secara halus tak terendus, menjajah kita semua sampai tujuh turunan...
Read More
Aku saat ini tengah membaca buku yang berat ini. Berat sekali, 1.5 kg beratnya. Tebal banget. Setebal seribu halaman. Buku ini juga buku yang sangat serius. Paling serius di Indonesia, setahu saya. Seserius temanya yang sempat menghentak-hentak jagad intelektual kita. Buku berjudul Polemik Ekonomi Pancasila ini ditulis Tarli Nugroho, seorang ekonom cum ilmuwan muda yang...
Read More
‘Jika rusak suatu konstitusi, rusaklah semua unsur-unsur negara dan hancurlah kehidupan sebuah bangsa’ Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) beberapa waktu lalu menilai perusahaan pertambangan paling berkontribusi besar terkait kerusakan alam yang terjadi di kawasan Indonesia. Bahkan kerusakan alam akibat pengelolaan pertambangan, melebihi lahan yang dikelola oleh perusahaan. Lebih parah lagi perusahaan pertambangan yang menyebabkan kerusakan...
Read More
Mendengar informasi ratusan orang dibunuh karena menonton bola, membuat saya sedih, melamun, dan kemudian berdoa. Pada saat itulah, tiba-tiba kawan dosen menelpon dan berkata telah mengirim buku Ekonomi Pancasila Mubyarto dan meminta komentar tentangnya. Karena itu saya segera menjawabnya, bahwa buku telah saya terima dan kini tengah dibaca untuk diresensi. Membaca buku ini sebenarnya membaca...
Read More
Pengantar Akibat kenaikan harga BBM sudah dipastikan akan terjadi kenaikan harga- harga barang dan jasa karena dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi maupun biaya lainnya. Kenaikan harga barang-barang dan jasa ataupun harga-harga umum ini harus dibedakan antara yang sifatnya “kenaikan yang hanya sekali” (one time increase) atau kenaikan yang terus menerus (continuous increase). Kenaikan harga umum...
Read More
Makin miskin. Bahkan miskin yang irasional: yaitu dengan SDM dan SDA melimpah. Makin terbelah. Ini keterbelahan irasional: yaitu melawan Pancasila yang silanya mengajarkan persatuan. Makin mahal. Ini kondisi irasional karena filosofi hidup kita: “hiduplah seperlunya,” hidup yang secukupnya bukan hidup sekenyang-kenyangnya. Makin matrealis. Bahkan matrealis yang fundamentalis. Ini sesungguhnya isme yang sudah lama ditenggelamkan oleh...
Read More
Ia kini menepi. Setelah ia menikmati semua kursi. Dari dosen, peneliti, menteri, bankir, wapres dan profesor. Apa yang ia tak nikmati? Tak ada. Semuanya sudah. Lalu, apa hasil warisannya? Pancasila punah dan ekonomi kita berprestasi utang, gadai dan obral. Mengapa begitu? Jelas karena ia neolib. Penyembah pasar. Pengiman kontestasi, pelaksana pertumbuhan, pentradisi ekonometrika. Padahal, awal...
Read More
Pada akhirnya, globalisasi adalah terusan perampokan. Antara siapa melawan apa? Private capitalism versus state capitalism. Jika private capitalism menempatkan Amerika dan sekutunya sebagai subjek yang mengembangkan segi empat setan (WB, IMF, WTO, TPP) maka state capitalism menempatkan Cina dan sekutunya sebagai subjek yang mengembangkan segi empat setan (SR, CD, II, AIIB). Silk Road (jalur sutra)...
Read More
Dalam studi-studi Nusantara, kita nanti akan bertemu dengan istilah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ini merupakan konsep bernegara dalam pencarian tiang-tiangnya, setelah nilai, ide dasar dan cita-citanya ditemukan dan menjadi konsensus bersama. Menurut Soepomo (1945), konsep Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan penjelmaan seluruh rakyat Indonesia, yang mana anggotanya terdiri atas seluruh wakil rakyat, seluruh wakil daerah,...
Read More
1 9 10 11 12 13 55