IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL
IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

Indeks

Tata kelola kepemimpinan setiap negara berbeda. Namun demikian tujuan dari tata kelola tersebut adalah sama, yaitu kebaikan atas negara yang dikelolannya. Untuk memberi inspirasi akan tata kelola kepemimpinan negara yang seharusnya, maka akan kita telaah studi perbandingan tata kelola kepemimpinan negara yang ada. Studi ini kemudian akan diperbandingkan dengan tata kelola kepemimpinan negara Indonesia, untuk...
Kepada Nurlyta Hafiah yang baik, dan yang kucinta, akan kukisahkan tentang kisah yang tidak semua tahu. Kisah khusus buatmu. Namun juga boleh untuk teman-teman yang memiliki hasrat membuat protokol swasembada energi demi kemuliaan pertiwi. Banyak dari para elite dan mahasiswa datang dan bertanya kepadaku. “Adakah road map Indonesia yang aman karena tak melawan jalur sutra...
Ia memang lain. Kueja namanya, Amartya. Koleganya memanggil Sen. Sebab nama bekennya memang Amartya Sen. Ekonom tercanggih dari ilmuwan yang mendedikasikan hidupnya untuk menumpas kemiskinan dan keterkungkungan. Ia crank. Ia menyempal. Ia anti-kapital(isme). Dengan posisi itu, pada tahun 1981 Sen menerbitkan buku dahsyat yang berjudul Poverty and Famines: An Essay on Entitlement and Deprivation. Orang...
Deindonesianisasi. Kata ini sebenarnya tidak pas benar. Tapi mau bagaimana lagi. Terjadi deindonesianisasi dalam arti “asingisasi” yang identik dengan proses pencabutan pemikiran dan tindakan lokal-nasional. Dan, hampir semua kita mengalaminya. Karenanya, bila tidak melakukan perlawanan secara sungguh-sungguh maka dapat dipastikan kita sudah ditelan mentah-mentah oleh proses itu. Defisit. Lalu, habis. Generasi Muda Tidak Mengenal Nama-Nama...
Saya telah membaca buku bagus karya salah seorang konglomerat baru (bukan turunan konglomerat tujuh generasi). Buku ciamik. Kini kubagi resensinya buat yang suka ilmu. Yang mau punya, bisa kontak ke penulisnya. Nama lengkapnya panjang, Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto. Ia tercatat memiliki kekayaan senilai USD995 juta atau setara Rp14,22 triliun (kurs Rp14.300 per USD). Luar biasa...
Di banyak kampus, banyak sekali ilmuwan yang telah berkata demikian. Kita tidak tahu ke mana negara ini mengarah, sebab acuannya semakin tidak konsisten. Jika acuannya pasar, kita hanya pasar segmented. Jika acuannya konstitusi, kita hanya mengkhianati. Jika acuannya klasik (PDB, Rasio Gini, Pertumbuhan, Kemajuan dan Utang), praktis angka-angkanya tidak menunjukkan sebuah lompatan besar. Jadi, apa...
Setelah meriset konsep ekopol konstitusi, seperti janjiku kemarin, kini giliran berbagi pengetahuan tentang masalah ekonomi haram (shadow economic). Ini adalah soal yang sangat genting. Jauh lebih penting dari sekedar persoalan pergantian kekuasaan. Mengapa? Sebab para pemain shadow ekonomic inilah yang kini mengatur negara, mencengkeram aparaturnya secara halus tak terendus, menjajah kita semua sampai tujuh turunan...
Aku saat ini tengah membaca buku yang berat ini. Berat sekali, 1.5 kg beratnya. Tebal banget. Setebal seribu halaman. Buku ini juga buku yang sangat serius. Paling serius di Indonesia, setahu saya. Seserius temanya yang sempat menghentak-hentak jagad intelektual kita. Buku berjudul Polemik Ekonomi Pancasila ini ditulis Tarli Nugroho, seorang ekonom cum ilmuwan muda yang...
‘Jika rusak suatu konstitusi, rusaklah semua unsur-unsur negara dan hancurlah kehidupan sebuah bangsa’ Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) beberapa waktu lalu menilai perusahaan pertambangan paling berkontribusi besar terkait kerusakan alam yang terjadi di kawasan Indonesia. Bahkan kerusakan alam akibat pengelolaan pertambangan, melebihi lahan yang dikelola oleh perusahaan. Lebih parah lagi perusahaan pertambangan yang menyebabkan kerusakan...
Mendengar informasi ratusan orang dibunuh karena menonton bola, membuat saya sedih, melamun, dan kemudian berdoa. Pada saat itulah, tiba-tiba kawan dosen menelpon dan berkata telah mengirim buku Ekonomi Pancasila Mubyarto dan meminta komentar tentangnya. Karena itu saya segera menjawabnya, bahwa buku telah saya terima dan kini tengah dibaca untuk diresensi. Membaca buku ini sebenarnya membaca...
1 8 9 10 11 12 55