IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL
IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

By

YSNB1
Diakhiri dengan tiga buku yang sangat cerdas. Begitulah cara Mas Bi (begitu aku biasa memanggilnya) meninggalkan kami, murid dan kader yang mencintainya. Tentu ini warisan yang tak biasa, sebaliknya ini warisan besar bagi negeri tercinta. Sebelum itu, ia memang tak dikenal dalam “peta ekonom besar” yang mengharu biru jagat literasi intelektual kita. Sebab, hari-harinya dipenuhi...
Aku memulai dengan buku Kitab Kedaulatan (KK: 2017). Juga pidato kunci di Udayana tahun 2018. Yang pertama merupakan sebuah riset serius soal kedaulatan sebagai tulangpunggung kemerdekaan. Yang kedua diperuntukkan untuk wisudawan. Di sini, pertanyaannya kemudian, “Mengapa diskursus kedaulatan menjadi penting kita ungkap kembali?” Sebab, kulihat kini kita memeluk masa lalu dengan dua mata terpejam; hati...
Berulang dan berulang berkali-kali. Berputar dan berputar dalam kubangan yang sama. Begitulah takdir kita menghadapi krisis kemanusiaan yang datang berkali-kali. Tanpa progres, tanpa solusi yang jenius. Tragedi finansial, tragedi kebudayaan dan tragedi kemanusiaan selalu didiagnosa partikular sehingga menghasilkan obat yang tidak menyembuhkan. Padahal, ada pepatah lama bilang: “Jika seseorang sakit, periksa diri dulu. Apa yang...
Tata kelola kepemimpinan setiap negara berbeda. Namun demikian tujuan dari tata kelola tersebut adalah sama, yaitu kebaikan atas negara yang dikelolannya. Untuk memberi inspirasi akan tata kelola kepemimpinan negara yang seharusnya, maka akan kita telaah studi perbandingan tata kelola kepemimpinan negara yang ada. Studi ini kemudian akan diperbandingkan dengan tata kelola kepemimpinan negara Indonesia, untuk...
Kepada Nurlyta Hafiah yang baik, dan yang kucinta, akan kukisahkan tentang kisah yang tidak semua tahu. Kisah khusus buatmu. Namun juga boleh untuk teman-teman yang memiliki hasrat membuat protokol swasembada energi demi kemuliaan pertiwi. Banyak dari para elite dan mahasiswa datang dan bertanya kepadaku. “Adakah road map Indonesia yang aman karena tak melawan jalur sutra...
Ia memang lain. Kueja namanya, Amartya. Koleganya memanggil Sen. Sebab nama bekennya memang Amartya Sen. Ekonom tercanggih dari ilmuwan yang mendedikasikan hidupnya untuk menumpas kemiskinan dan keterkungkungan. Ia crank. Ia menyempal. Ia anti-kapital(isme). Dengan posisi itu, pada tahun 1981 Sen menerbitkan buku dahsyat yang berjudul Poverty and Famines: An Essay on Entitlement and Deprivation. Orang...
Deindonesianisasi. Kata ini sebenarnya tidak pas benar. Tapi mau bagaimana lagi. Terjadi deindonesianisasi dalam arti “asingisasi” yang identik dengan proses pencabutan pemikiran dan tindakan lokal-nasional. Dan, hampir semua kita mengalaminya. Karenanya, bila tidak melakukan perlawanan secara sungguh-sungguh maka dapat dipastikan kita sudah ditelan mentah-mentah oleh proses itu. Defisit. Lalu, habis. Generasi Muda Tidak Mengenal Nama-Nama...
Saya telah membaca buku bagus karya salah seorang konglomerat baru (bukan turunan konglomerat tujuh generasi). Buku ciamik. Kini kubagi resensinya buat yang suka ilmu. Yang mau punya, bisa kontak ke penulisnya. Nama lengkapnya panjang, Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto. Ia tercatat memiliki kekayaan senilai USD995 juta atau setara Rp14,22 triliun (kurs Rp14.300 per USD). Luar biasa...
Di banyak kampus, banyak sekali ilmuwan yang telah berkata demikian. Kita tidak tahu ke mana negara ini mengarah, sebab acuannya semakin tidak konsisten. Jika acuannya pasar, kita hanya pasar segmented. Jika acuannya konstitusi, kita hanya mengkhianati. Jika acuannya klasik (PDB, Rasio Gini, Pertumbuhan, Kemajuan dan Utang), praktis angka-angkanya tidak menunjukkan sebuah lompatan besar. Jadi, apa...
Setelah meriset konsep ekopol konstitusi, seperti janjiku kemarin, kini giliran berbagi pengetahuan tentang masalah ekonomi haram (shadow economic). Ini adalah soal yang sangat genting. Jauh lebih penting dari sekedar persoalan pergantian kekuasaan. Mengapa? Sebab para pemain shadow ekonomic inilah yang kini mengatur negara, mencengkeram aparaturnya secara halus tak terendus, menjajah kita semua sampai tujuh turunan...
1 4 5 6 7 8 34