Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/indexables-update-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php): Failed to open stream: No such file or directory in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576
Warning: include(): Failed opening '/home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/../../src/schema-aggregator/user-interface/cache/woocommerce-product-type-change-listener-integration.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php82/usr/share/pear:/opt/alt/php82/usr/share/php:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/anandapu/suluhnuswantarabakti.or.id/wp-content/plugins/wordpress-seo/vendor/composer/ClassLoader.php on line 576 budaya indonesia
Pelan dan pasti, negara ini telah masuk menjadi “negara swasta.” Negara swasta adalah “cucu haram” hasil pekawinan silang dari tiga serangkai: fundamentalisme pasar (neoliberalis), terorisme agama (neofundamentalis) dan fasisme ekonometrika (neotribalis). Bung Karno pernah memprediksi masalah ketiga serangkai ini. Puncak kulminasinya, saat kita tidak mengerti operasi dari tiga agensi tersebut. Pengertian Swastanisasi Negara Apa itu...Read More
Karut-marut RUU Sisdiknas diduga terjadi akibat salah desain yang dilakukan shadow team Mendikbudristek Nadiem Makarim. Hal itu diutarakan oleh Ketua Bidang Kajian dan Riset Kebijakan Pendidikan Perkumpulan Nusantara Utama Cita (NU Circle) Ki Bambang Pharma. Ki Bambang mencurigai bahwa karut-marut berbagai kebijakan pendidikan termasuk Rancangan Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) karena salah desain...Read More
Terbongkarnya 400 orang Tim Bayangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek terus menimbulkan polemik. Masyarakat profesional santri yang tergabung dalam Perkumpulan Nusantara Utama Cita (NU Circle) mencurigai carut-marut berbagai kebijakan pendidikan selama ini akibat salah desain oleh Tim Bayangan ini. Salah satunya kebijakan Profil Pelajar Pancasila yang nilai-nilainya TIDAK diturunkan dari nilai luhur Pancasila, seperti tertuang...Read More
Semua bertepi. Semua berakhir. Semua berujung. Kecuali di novel Bumi Tak Bertepi. Novel kritik yang sangat menggugah. Diketik dengan semangat perubahan dan pencerahan. Ada banyak tesis menarik dan salah satunya saat penulis bicara kemiskinan mutakhir. “Kemiskinan adalah waktu ibadat kita. Janganlah kita terluka karenanya. Kekurangan, kesempitan, kesulitan dan ketidakadaan hanyalah tempat-tempat ibadat agar kita khusuk...Read More
Sejak 1999, aku melihat Pancasila sebagai ideologi yang mati segan hidup tak semangat. Pancasila sekarat oleh kolaborator: lokal dan internasional. Bagaimana ia bisa bangkit kembali? Dalam konteks Pancasila, ia harus punya agensi yang mampu menjawab pertarungan dan ketegangan hidup yang melingkupi kita semua. Ia harus membuat tapak dan jejak yang tegas lagi jelas demi kegagahan...Read More
Zaman Kaliyuga. Tandanya, “banyak pemimpin tak punya rekam jejak dan tak punya rasa malu.” Pada zona pendidikan, hal itu terasa sekali. Tanpa punya pikiran, apalagi ucapan dan tulisan, seseorang ditempatkan jadi Mendiknas, dan tanpa rasa malu, ia bangga dan senyum-senyum di kursi itu. Melawan Kaliyuga, penulis buku berjudul Pendidikan Yang Berkebudayaan, mencoba menerangi dengan semangat...Read More
Saya meresensi buku keren ini karena dua hal. Pertama, setelah reformasi dan amandemen konstitusi, hidup rakyat makin tidak berguna. Hidup mereka makin kehilangan cita-cita. Hidup mati dalam kepedihan karena hanya bisa merasakan hal-hal yang ditertawakan umat manusia: saat ketimpangan makin merajalela. Kedua, dengan konstitusi yang telah berganti, cita-cita besar masa depan negara ini hilang. Semua...Read More
Di mana Pancasila saat menjamurnya feodalisme keluarga (di parpol), fasisme ekonomi (di neoliberalisme) dan terorisme negara (di oligarki)? Pertanyaan tersebut kini menghunjam kesadaran kita dalam berbangsa. Pantaskah Pancasila saat ini disebut masih ada, dari adanya realitas yang ada tersebut. Untuk melihat kembali keberadaan Pancasila tersebut, ada baiknya untuk kembali melihat tiga hal terkait Pancasila. Eksistensinya,...Read More
Harus diakui, sejak awal reformasi sampai sekarang ini masih terdapat sinisme yang kuat dalam masyarakat kita tentang Pancasila, apalagi ketika Pancasila dikatakan “sakti”. Hari-hari seputar 30 September dan 1 Oktober ini, warga Indonesia, khususnya Angkatan 45, kembali merayakan Hari Kesaktian Pancasila. Dasar negara Indonesia ini disebut memiliki kesaktian karena dipercayHari-hari seputar 30 September dan 1...Read More
Di manapun kalian berada, kematian akan datang, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (QS/An Nisa’:78). Tetapi kini, tanpa dicabut nyawanya, yang muda dan mahasiswa sudah mati. Jauh sebelum mati sungguhan. Sebab, saat negara genting, kalian absen. Demo semenit. Teriak sehari. Bakar ban seminggu. Padahal rezim makin subur. Saat ummat membutuhkan,...Read More